Rabu, 03 Juni 2020 21:43

Beda Ideologi, PPP Minta Jokowi Tak Rayu Partai Pendukung Prabowo

Jumat, 29 Agustus 2014 13:37 WIB
Beda Ideologi, PPP Minta Jokowi Tak Rayu Partai Pendukung Prabowo
Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali bersama Prabowo dalam suatu acara. Foto: rimanews.com


JAKARTA(BangsaOnline)Langkah Presiden terpilih Joko Widodo yang berusaha melobi partai koalisi merah putrih pendukung Prabowo-Hatta Rajasa tampaknya sia-sia. Para petinggi partai pendukung Prabowo itu kompak menolak. Bahkan Sekretaris Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan Ahmad Yani mengatakan Joko Widodo dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak perlu melobi-lobi partai di Koalisi Merah Putih untuk bergabung di pemerintahan. "

Ngapain, buang-buang waktu," ujar Yani saat dihubungi Tempo, Jumat, 29 Agustus 2014.


Menurut dia, Jokowi fokus saja kepada konsep, janji, dan visi-misi yang dia tawarkan selama masa kampanye itu. "Konsentrasi sajalah," kata Yani. Apalagi, ujar Yani, pada 22 Oktober mendatang presiden terpilih akan dilantik. "Sebulan lagi mau kerja, kan," katanya.
Yani beralasan lobi Jokowi dan PDIP tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap PPP jika partai berlambang Kabah itu masuk ke dalam pemerintahan. "Mereka tidak mau transaksional, ngapain?" ujarnya.

Bahkan, kata Yani, kalau pun ada lobi dari Jokowi dan PDIP, itu hanya kalangan perorangan atau kader. "Bukan putusan partai," kata dia. Menurut dia, keputusan merapat atau tidaknya PPP harus diputuskan melalui rapat pimpinan nasional dan musyawarah kerja nasional.

PPP saat ini tergabung dalam Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta. Partai pengusung ini terdiri atas Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, PPP, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Bulan Bintang. Sedangkan partai pengusung Jokowi-JK adalah PDIP, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hati Nurani Rakyat, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menegaskan partainya tidak akan hijrah ke koalisi pendukung Jokowi-JK. Menurutnya, terlalu beresiko bagi PPP untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-JK karena perbedaan ideologi.

"Bagaimanapun dirayu-rayu, PPP tidak mungkin juga bersama Jokowi-JK. Sulit, karena beda ideologi partai. Yang terbaik, PPP justru memperkuat sikapnya di dalam Koalisi Merah Putih (KMP) karena kesamaan ideologi," kata Romy, sapaan M Romahurmuziy, di gedung DPR, Senayan Jakarta.

Selain menyebut alasan ideologi, Romy juga menjelaskan alasan lainnya yang juga jadi kendala bagi PPP bersama Jokowi-JK. "PPP ingin menjaga konsistensi dan konsekuensi dari kekalahan Prabowo-Hatta dalam pilpres," ungkapnya.

Alasan lainnya yang juga tidak kalah penting, lanjutnya, PPP ingin memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat Indonesia, bahwa di dalam dan di luar pemerintahan, posisi partai sama-sama terhormat.

Terakhir, Romy juga membantah pimpinan PPP telah berkomunikasi dengan Jokowi-JK. "Tidak ada itu komunikasi PPP dengan Jokowi. Apalagi menyangkut bergabung. Kalau rayuan, bisa saja," pungkasnya

Sebelumnya pengamat politik Profesor Siti Suhro menilai, dari enam partai anggota Koalisi Merah Putih, PPP dinilai sebagai partai yang berpeluang besar untuk meninggalkan koalisi itu dan bergabung dengan koalisi partai politik pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Sangat mungkin terjadi penambahan anggota koalisi pendukung Jokowi-JK. Dari enam partai koalisi Merah Putih, yakni Gerindra, PAN, Golkar, PKS, PPP dan Demokrat, saya melihat PPP yang sangat mungkin menyeberang ke Jokowi-JK," ujar Siti Zuhro, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Partai Demokrat, lanjutnya, secara psikologi politik sulit untuk menyeberang ke Jokowi-JK. "Sulit dipahami, kalau Demokrat berkoalisi dengan Jokowi-JK, sebab komunikasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selaku pendukung utama Jokowi-JK hingga detik ini tidak cair dengan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat," tegasnya.

Jadi yang lebih memungkinkan menyeberang itu hanya PPP. "Sedangkan PAN sendiri belum terlihat karena faktor Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dengan Prabowo Subianto merupakan pesaing Jokowi-JK di pilpres," jelasnya.

Terhadap kemungkinan PPP menyeberang ke Jokowi-JK, menurut Siti perlu satu prasyarat lagi, yakni soal siapa yang akan menggantikan Suryadharma Ali selaku Ketua Umum PPP. "Kalau penggantinya dari kubu yang berseberangan dengan Suryadharma Ali, PPP saya pastikan merapat ke Jokowi JK," imbuhnya.

Dalam catatan bangsaonline.com, PPP memang pernah melakukan praktik politik "telan ludah yang sudah terlanjur dimuntahkan ke tanah". Ketika Hamzah Haz menjabat ketua umum PPP, misalnya, secara tegas di depan publik mengharamkan presiden wanita. Saat itu yang jadi sasaran adalah Megawati Soekarnoputeri. Namun ketika Amien Rais dan poros tengah melengserkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi presiden dan mengangkat Megawati sebagai presiden, Hamzah Haz malah duduk sebagai wakil presiden mendampingi Megawati. 

Sumber: jpnn/tempo.co.id
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...