Minggu, 21 Oktober 2018 14:08

Menggumpal dan Busuk, Warga di Jombang Keluhkan Kualitas Beras Bulog

Senin, 16 April 2018 17:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Menggumpal dan Busuk, Warga di Jombang Keluhkan Kualitas Beras Bulog
Kondisi beras yang kurang layak dikonsumsi. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga kurang mampu mengeluhkan jeleknya kualitas beras bantuan bagi warga miskin di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keluhan ini sudah sekian kalinya. Dari tahun ke tahun, potret buruk itu selalu terjadi.

Kali ini, puluhan warga kurang mampu di RT 10 RW 04 Dusun/Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang harus menerima kenyataan pahit itu. Beras bantuan yang diterima, kualitasnya benar-benar tak laik dikonsumsi.

Bagaimana tidak, beras yang diterima warga kondisinya sangat memperihatinkan. Beras yang dikemas karung plastik seberat 20 kilogram itu, sudah rusak. Selain berjamur, beras juga menggumpal dan busuk. “Ya begini kondisi berasnya, sudah menggupal dan penuh dengan jamur,” kata salah seorang warga penerima, Senin (16/4/2018).

Selain itu, kondisi beras juga kering dan berkutu. Sehingga, warga pun enggan untuk mengkonsumsinya. Padahal, harapannya, beras ini bisa meringankan beban warga kurang mampu.

Djumini, warga setempat juga menyayangkan buruknya kualitas beras bantuan yang diterima warga. Padahal, beras bantuan yang diterima warga ini, baru diambil pagi tadi. “Jadi awalnya itu saya mendapat laporan dari warga, kalau belum menerima beras bantuan. Akhirnya saya cek ke Balai Desa. Begitu saya tanyakan, kemudian sama perangkat desa berasnya disalurkan,” kata Djumini.

Menurutnya, ada 20 kepala keluarga (KK) di RT 10 RW 04 Dusun/Desa Pandanwangi yang menerima bantuan beras dengan kondisi buruk, yakni menggumpal, busuk, dan berkutu. Sehingga warga pun memilih tidak memasaknya.

“Ini sebenarnya jatah dua bulan. Tadi itu saya juga sudah laporkan ke desa kalau kualitas beras yang diterima buruk dan busuk. Katanya mau diganti, tapi yang akan digunakan mengganti kondisinya juga sama-sama buruk,” paparnya. (ony/rev)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...