Sebanyak 361 peserta mengikuti seleksi calon Tim Petugas Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kamis (12/4).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pelaksanaan seleksi petugas haji tahun ini berbeda dari ujian tahun sebelumnya. Seleksi petugas haji tingkat provinsi mulai 2018 ini akan menggunakan metode Computer Aided Test (CAT).
Peserta ujian tidak lagi menggunakan computer maupun laptop, namun masing-masing peserta mengggunakan smart phone berbasis android.
BACA JUGA:
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
- Pranata Humas Kemenag Tuban Dinobatkan Sebagai ASN Inspiratif, Cetak Rekor 592 Berita Dalam Setahun
- 423 Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Disiapkan Layani Jemaah di Madinah dan Bandara
- Wabup Dewi Lepas 1.205 Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Kediri
Irjen Kemenag RI M Nur Kholis Setiawan saat membuka seleksi petugas haji tingkat Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperbaiki pelayanan ibadah haji jamaah Indonesia.
“Irjen kenapa hadir dalam seleksi petugas haji, sebagai bentuk komitmen memperbaiki layanan ibadah haji jamaah Indonesia, serta sebagai muhasabah dan evaluasi,” tuturnya, Kamis (12/4) kemarin.
Sebanyak 361 peserta yang mengikuti seleksi calon Tim Petugas Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang telah dinyatakan lolos pada seleksi petugas haji tingkat kabupaten/kota dua pekan lalu.
Penggunaan metode CAT sebagai piranti untuk melakukan seleksi petugas haji ini, jelas Irjen, salah satunya adalah dengan pertimbangan agar seleksi bersifat lebih objektif.
“Pertama pola CAT dari sisi administrasi dan juga kapasitas dasar, kompetensi dasar peserta sudah standar. Kalau dengan multiple choice di kertas maka akan lebih boros secara material. Sementara dengan CAT menggunakan android agar lebih objektif dan kedua sudah masanya dan zamannya,” terang Irjen.






