Minggu, 21 April 2019 02:14

Anggap Suara Kidung Lebih Merdu dari Suara Adzan, Sukmawati Soekarnoputri Dikecam Pancing SARA

Senin, 02 April 2018 20:04 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: Tim
Anggap Suara Kidung Lebih Merdu dari Suara Adzan, Sukmawati Soekarnoputri Dikecam Pancing SARA
Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi ciptaannya berjudul "Ibu Indonesia". foto: youtube

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Banyak orang penasaran tentang puisi ciptaan Sukmawati Soekarnoputri yang kini bikin heboh. Inilah puisi lengkapnya: 

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Puisi ciptaan Sukmawati Soekarnoputri berjudul “Ibu Indonesia” itu kini menuai banyak kecaman. Sukmawati membacakan puisinya itu dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Kamis malam (29/3/2018) . Puisi itu jadi heboh setelah beredar lewat video dari WA ke WA.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kuriniawan menilai, seharusnya puisi tersebut tidak menyinggung agama, lantaran bisa menimbulkan konflik. Menurut dia, seperti dikutip detik.com, agama merupakan hal yang sangat sensitif bagi siapapun.

"Apapun yang terkait dengan syariah agama, tidak boleh menyinggung-nyinggung seperti itu, sebab pasti ada yang tersinggung, tidak terima, bisa-bisa nanti situasinya jadi konflik," kata politikus PAN itu kepada wartawan di di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Ia menilai Sukmawati telah menyinggung simbol-simbol Islam seperti cadar dan kumandang adzan sehingga memancing reaksi masyarakat.

Kini di media sosial banyak reaksi terhadap puisi Sukmawati itu. Rmol.co melansir beberapa komentar-komentar netizen yang yang menyayangkan Sukmawati. "Saya yakin, orang ini anti Islam," tulis Dody Setiawan pemilik Twitter ‏@duddysatyavan sesaat lalu.

Netizen lain M. Khumaini menilai tidak elok sekelas Sukmawati membanding-bandingkan antara kebudayaan dengan keislaman. ‏"Bu Sukmawati, tidak tepat dan tidak elok membandingkan konde dengan cadar. Tidak bijak membandingkan suara kidung dengan azan. Apalagi mengganggap yang satu lebih baik dari yang satunya," terangnya.

"Jika Ibu tidak tahu masalah syariat, hendaknya tidak membanding-bandingkan masalah tersebut," tambah pemilik akun @mkhumaini itu.

Puisi Sukmawati juga dinilai memancing isu SARA. Penilaian itu disampaikan Ritha Nadhira pemilik akun @Ritha_Nadhira. "Sukmawati ini memancing isu SARA. Masak konde dianggap lebih baik dari cadar? Masak suaran kidung dianggap lebih merdu dari suara adzan? Jangan campuri Islam kalau kau tak paham syariat Islam, lebih baik diam dari pada bikin gaduh NKRI," twittnya.

Tapi Sukmawati tak mau disalahkan. "Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya ga ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita. Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain," kata Sukmawati, Senin (2/4/2018).

Menurut dia, isi pusi itu justru pendapat dirinya yang disampaikan secara jujur. "Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati," dalihnya.

"Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu," katanya. (tim)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...