Setelah meninggalkan pasar Pasinan, Ketua Umum Muslimat NU itu kemudian mampir mengunjungi sentra UMKM di Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno. Di situ, cagub yang berpasangan dengan wakilnya, Emil Elistianto Dardak juga sudah ditunggu para ibu-ibu berpakaian "Khofifah-Emil Wes Wayae" serta para perajin usaha mikro kecil dan menengah desa setempat.
Dari situ, Cagub nomor urut 1 tersebut kembali menyapa para pedagang di pasar daerah Kecamatan Sumberejo. Sekitar pukul 11.00 Khofifah tiba di pintu utama pasar Sumberejo disambut puluhan relawan dari "Sobat Khofifah" dan para pedagang.
Selain itu kedatangan Khofifah juga diiringi lantunan musik 'Wes Wayahe' oleh para musisi jalanan. Khofifah menyalami satu per satu para pedagang, juga melayani ajakan swafoto dari ratusan ibu-ibu pengunjung pasar dan pedagang.
Khofifah menilai blusukan di pasar-pasar tradisional lebih gampang bertemu orang, gampang menyerap aspirasi masyarakat khususnya para pedagang. "Dan interaksinya mudah, bisa bertemu sama semua lapisan masyarakat. Para pedagang dan masyarakat bawah (miskin, red) memang menjadi prioritas kami baik selama di kementerian maupun yang akan datang, jika dikabulkan," ucap Khofifah sembari tersenyum.
Agenda Khofifah terakhir di Bojonegoro yakni menghadiri Pengajian Ikatan Haji Muslimat (IHM) di Islamic Center. Disitu Khofifah disambut ratusan ibu-ibu hajjah dan simpatisannya, serta kegiatan ditutup dengan menyambangi para korban banjir di Kelurahan Ledok Kulon Kota Bojonegoro.
Foto: Khofifah menyalami para pedagang yang berjualan di pasar Sumberejo. Khofifah disambut para pendukungnya serta para pedagang Pasar Sumberejo. (nur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




