Anak-anak ke sekolah harus diantar dengan menggunakan sampan.
Andik Sudjarwo mengimbau masyarakat yang tersebar di belasan kecamatan di bantaran Sungai Bengawan Solo terus waspada, dan mengikuti update perkembangan ketinggian air setiap jamnya. Andik berpesan apabila ada desa yang baru terdampak banjir agar segera melapor ke Camat agar segera ditindaklanjuti.
"Beberapa desa di Kota Bojonegoro, Kalitidu, Balen, Trucuk dan Padangan sudah tergenang air. Banjir kita pastikan terus meluas ke beberapa kecamatan lainnya," bebernya.
Dia menjelaskan, ada sebanyak 11 kecamatan yang masuk daerah rawan banjir luapan Sungai Bengawan Solo. 11 kecamatan itu letaknya di bantaran sungai terpanjang di pulau jawa itu.
Agus (67) seorang petani di Kecamatan Kanor menambahkan, kondisi air Sungai Bengawan Solo yang sudah berada pada posisi siaga II banjir ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, wilayah Kanor dan Baureno merupakan daerah hilir sungai di Bojonegoro yang letak geografisnya rendah.
"Ini gawat sekali. Bisa-bisa seperti banjir pada tahun 2007 lalu, yang merusak sejumlah jalan, fasilitas dan rumah warga Kanor. Saat itu kondisi air Bengawan siaga III atau merah banjir, lha saat ini sudah siaga II (kuning) dengan tren air masih terus naik," ucapnya ketakutan.
Sementara itu, dua kecamatan yakni Kanor dan Baureno belum ada rumah yang tergenang air. Luberan air Sungai masih di persawahan dan ladang. Namun kemungkinan nanti malam pemukiman dan rumah warga akan tergenang. (nur/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




