Ainur Rofik, pendukung khofifah Indar Parawansa menunjukkan bahan yang akan dilaporkan ke unit cyber crime Polda Jatim. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE
“Tidak sepatutnya seorang pejabat publik mengunggah ujaran kebencian. Apalagi obyek kabar tersebut berada di Jakarta dan tidak ada kaitan dengan Jatim,” tegas Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jatim ini.
Ia berharap, seluruh tim sukses atau pendukung pasangan calon yang maju di Pilgub Jatim bisa menjaga etika dan menjaga pelaksanaan Pilgub Jatim mendatang berlangsung aman dan damai.
“Ini bentuk peringatan keras bagi seluruh tim sukses dan pendukung pasangan calon di Pilgub Jatim supaya tak mudah ngeshare kabar hoax dan ujaran kebencian,” beber Wakil Sekretaris KNPI Jatim tersebut.
Terpisah, Abdul Halim Iskandar mengakui dirinya yang mengirim pamflet itu ke grup WhatsApp Jatim Makmur. Namun Ketua DPW PKB Jawa Timur itu membantah tindakan itu untuk menjatuhkan nama baik Khofifah. Justru sebaliknya, ia berniat memberi informasi kepada anggota grup kalau pamflet itu hoax.
Sayangnya, sebelum kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar itu menambahkan informasi hoax, gambar itu terlanjur terkirim ke grup. Menyadari kekeliruan tersebut, Halim langsung mengirim ulang gambar pamflet itu lengkap dengan keterangan kalau hoax.
"Saya ini gaptek (gagap teknologi-red), mau menginformasikan kalau pamflet itu hoax. Lah kok, terlanjur terkirim ke grup. Tapi segera saya ralat dengan mengirim ulang pamflet itu lengkap dengan keterangan hoax di bawahnya," dalihnya.
Sekedar diketahui, Halim Iskandar mengunggah gambar pamflet tersebut di group Jatim Makmur pada 14 Januari 2018 sekitar pukul 17.55 WIB. Tak ayal, 3 menit kemudian Cak Icol anggota group WA lainnya langsung komen “Wouw yang ngeshare Pak Halim”. Bahkan satu jam kemudian Aan Ainur Rofiq langsung komentar tegas “Mulai ngajak buka bukaan ya”. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




