Sabtu, 21 Juli 2018 20:52

10 Bupati/Wali Kota Terima Penghargaan Pembina K3 Terbaik dari Menaker RI

Sabtu, 13 Januari 2018 00:30 WIB
Wartawan: Yudi Arianto
10 Bupati/Wali Kota Terima Penghargaan Pembina K3 Terbaik dari Menaker RI
Gubernur Jawa Timur Soekarwo dampingi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, saat memberikan penghargaan kepada 10 bupati/wali kota pada acara Bulan K3 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (12/1). Foto: IST

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 10 bupati/wali kota menerima penghargaan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, kategori Pembina K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terbaik tingkat Provinsi Jatim. Penghargaan itu diberikan saat upacara Peringatan Bulan K3 Nasional di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (12/1).

Dalam sambutannya, Menaker yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, saat ini pemerintah masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur diantaranya jalan tol, fasilitas kereta api, jembatan dan fasilitas transportasi lain baik udara, darat maupun laut. 

"Program pembangunan tersebut harus didukung oleh penerapan K3 agar dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja," ujarnya.

Hanif mengatakan, kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bukan hanya menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa serta gangguan kesehatan bagi pekerja, tapi dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh bahkan merusak lingkungan yang akhirnya berdampak kepada masyarakat luas.

Salah satu penyebab kecelakaan kerja tersebut, menurutnya adalah kurangnya kesadaran dan belum optimalnya pengawasan dan pelaksanaan K3 serta perilaku K3 di tempat kerja. ”Untuk itu perlu dilakukan upaya yang nyata untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja secara maksimal,” katanya.

Hanif juga meminta para pekerja untuk meningatkan kesadaran dalam K3. Menurutnya, masih banyak pekerja yang malas menggunakan alat pelindung diri yang disediakan industri/perusahaan. 

“Ini tentunya membahayakan diri sendiri dan orang lain di lingkungan kerja. Untuk itu K3 jangan dianggap beban, melainkan investasi untuk menciptakan kenyamanan bekerja,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mendorong pelaksanaan K3 tak hanya dilakukan di industri besar tapi juga industri kecil dan menengah yakni sektor UMKM. Hal tersebut penting dilakukan mengingat 92 persen tenaga kerja di Jatim bekerja di sektor tersebut.

Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim ini menjelaskan, pendekatan dan prinsip pelaksanaan K3 di Jatim sudah cukup baik. Pendekatan itu melibatkan tak hanya pemerintah tapi juga pelaku industri dan pekerjanya. Hal ini dibuktikan dengan hampir tidak adanya kecelakaan dan permasalahan serius mengenai tenaga kerja yang sakit dalam proses produksi di Jatim.

“Proses K3 di Jatim sudah berjalan baik, hampir zero accident, karena ini semua diterapkan dengan prinsip kekeluargaan,” kata Pakde Karwo.

Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo juga mengapresiasi penyelenggaraan Bulan K3 nasional yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Jakarta. Sedangkan tema pokok bulan K3 2018 ini adalah “Melalui Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kita Bentuk Bangsa yang Berkarakter”.

Dalam kesempatan itu, Bupati/walikota yang menerima penghargaan K3 terbaik diantaranya Bupati Gresik (peringkat I), Bupati Pasuruan (peringkat II), Bupati Sidoarjo (peringkat III), Walikota Surabaya (peringkat IV), dan Bupati Tuban (peringkat V). Juga, Bupati Lamongan (peringkat VI), Bupati Blitar (peringkat VII), Bupati Mojokerto (peringkat VIII), Bupati Bojonegoro (peringkat IX), dan Walikota Madiun (peringkat X).

Selain pemberian penghargaan kategori pembina k3 terbaik, Menaker juga memberikan penghargaan kepada perusahaan kategori zero accident, Sistem Manajemen K3/SMK3 serta program pencegahan penanggulangan/P2 HIV tingkat Prov. Jatim.

Beberapa perusahaan yang menerima penghargaan zero accident diantaranya Kangean Energy Indonesia Ltd Kab. Sumenep, PT. PJB pemeliharaan wilayah timur Kab. Gresik, PT Pelindo III Persero Surabaya, dan PT. PAL Indonesia Surabaya.

Untuk kategori SMK3, penghargaan diberikan diantaranya kepada PT. Santos Jaya Abadi, PT. Ittihad Rahmad Utama dan PT. Terminal Peti Kemas, serta kategori P2 HIV/AIDS diantaranya diberikan kepada PT. Petrokimia Gresik dan Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. (ian/rev)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 21 Juli 2018 10:50 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...