Rabu, 21 Agustus 2019 06:33

Keluarga Tolak Permintaan agar Liya Dimakamkan di Ponpes

Jumat, 15 Agustus 2014 19:23 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: gunadhi
Keluarga Tolak Permintaan agar Liya Dimakamkan di Ponpes
?Jenazah Liya ketika sampai di rumah duka. foto:nanang/BANGSAONLINE

MOJOKERTO (bangsaonline) - Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah meminta ke keluarga Lailiyatul Musyarofah (13), korban santri tewas agar jenazahnya dimakamkan di pemakaman ponpes. Harapannya, makam Liya lebih banyak diziarahi para santri, ustadz dan pengurus ponpes daripada dimakamkan di rumah orang tuanya.

Namun, keluarga korban menolak permintaan tersebut. Permintaan itu disampaikan langsung Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Kembangbelor, KH Asep Syaifudin Halim kepada keluarga Liya sebelum salat jenazah di Masjid KH Abdul Halim. Menurut Kiai Asep, pertimbangan pemakaman jenazah Liya di lingkungan ponpes agar banyak yang menziarahi makamnya. "Kami sangat berharap keluarga ananda Lailiyatul Musyarofah berkenan memakamkan jenazah di pemakaman pondok, agar para santri, ustadz, ustadzah mudah untuk berziarah ke makamnya," pinta Kiai Asep sebelum menggelar shalat jenazah di Masjid KH Abdul Halim.

Menanggapi permintaan itu, ayah Liya, Supriyadi menegaskan keberatannya jika jenazah putrinya dimakamkan di lingkungan ponpes. "Setelah saya rundingkan dengan keluarga saya, bukannya kami tidak berkenan, bukannya apa-apa, untuk ziarah kami terlalu jauh, untuk itu doakan anak saya khusnul khotimah," ucap Supriyadi usai salat jenazah. Selain itu, Supriyadi juga meminta maaf kepada pengasuh Ponpes Amanatul Ummah dan rekan-rekan putrinya. "Saya mohon maaf, baik kapada kiai, ustadz, pembimbing dan santri teman ananda, maafkan kesalahan putri kami, Lailiyatul Musyarofah. Apabila ada masalah hutang piutang atau administrasi mohon segera menghubungi saya, selaku orang tua," pungkasnya.

Setelah disalati oleh ribuan santri Ponpes Amanatul Ummah, jenazah Lailiyatul Musyarofah dibawa ke rumah duka di Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti Masjid KH Abdul Halim. Ribuan santri turut melepas kepergian jenazah Liya dari masjid tersebut.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...