Sabtu, 21 Juli 2018 11:07

Tiap Hari Sedekah Uang Jutaan Rupiah; KH Dr Asep Saifuddin Chalim MA, Putra Pendiri NU (1)

Senin, 08 Januari 2018 19:08 WIB
Wartawan: Tim
Tiap Hari Sedekah Uang Jutaan Rupiah; KH Dr Asep Saifuddin Chalim MA, Putra Pendiri NU (1)
Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, bersama istri, Nyai Alif Fadlilah. foto: dokumentasi PP Amanatul Ummah/ Djoko pitono

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kiai bersahaya ini bukan hanya sukses mendirikan pesantren dengan 8.000 santri, tapi juga kaya raya. Tiap hari bagi-bagi uang jutaan rupiah. Penghasilannya Rp 3 miliar setiap sebulan. Padahal saat muda ia miskin dan pernah jadi kuli bangunan. Apa rahasianya?

Nama KH Dr Asep Saifuddin Chalim, MA banyak menghiasi media massa belakangan ini. Kiai yang memiliki referensi kitab kuning cukup banyak ini memang didaulat para kiai-kiai Jawa Timur sebagai juru bicara ”Tim 17” Calon Gubernur Jawa Timur Dra Khofifah Indar Parawansa M.Si.

Pendiri sekaligus pengasuh dua Pondok Pesantren yakni Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur ini memang salah satu kiai dari 17 kiai yang berhimpun dalam pemenangan Khofifah Indar Parawansa. Tim 17 ini dikomandani KH Dr Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah), pengasuh Pesantren Tebuireng yang juga Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang Jawa Timur.

Kiai Asep memang sukses mengelola pendidikan. Santrinya banyak diterima di perguruan tinggi favorit baik di dalam maupun luar negeri seperti di Jerman, Mesir, Australia, Maroko, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Yaman, Saudi Arabia, dan negara-negara lainnya.

Di dalam negeri, santri Kiai Asep banyak diterima di perguruan tinggi favorit seperti Unair, ITS, ITB, UI, UIN, Undip, UGM, UB, Unesa dan perguruan tinggi negeri lainnya. “Dari try out kemarin kemungkinan 200 santri Amanatul Ummah diterima di Fakultas Kedokteran,” tutur Kiai Asep yang juga Rektor Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto kepada HARIAN BANGSA dan bangsaonline.com.

Wajar jika banyak orang bilang Kiai Asep tokoh pendidikan yang sukses. Apalagi ia mengelola Pesantren Amanatul Ummah itu tak pernah minta sumbangan kepada pemerintah alias mandiri.

”Orang mengira saya ahli pendidikan. Padahal semua ini karena faktor barokah saja,” kata Kiai Asep merendah. Ia bercerita ketika merintis pesantren sebenarnya tak punya dana. “Dana gak punya, ilmu pas-pasan,” tutur kiai yang fasih bahasa Inggris dan Arab ini sembari tersenyum.

Menurut dia, barakah itu datang dari keikhlasan ayahnya KH Abdul Chalim, yang berjuang untuk NU. Kiai Abdul Chalim adalah kiai seangkatan dengan KH Abdul Wahab Hasbullah. ”Cuma usianya lebih muda ayah saya,” ungkapnya.

Kiai Abdul Chalim ini salah satu kiai yang juga berperan besar atas berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama (NU), terutama dari segi administrasi. ”Yang mengurusi surat menyurat pendirian NU ya ayah saya. Yang ditugasi Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari untuk mengisi nama-nama pengurus Tanfidizyah pertama ya ayah saya. Jadi sebenarnya ayah pendiri NU bersama Kiai Wahab Hasbullah,” katanya.

Menurut Kiai Asep, ayahnya selain akrab dengan Kiai Abdul Wahab Hasbullah juga kesayangan Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri NU dan Pesantren Tebuireng.

Hadraturssyaikh bahkan menugasi Kiai Abdul Chalim untuk mengisi nama-nama struktur PBNU pertama. Maklum, Kiai Abdul Chalim inilah yang paham figur-figur kiai atau aktivis NU untuk jadi pengurus Tanfidziyah. ”Ayah saya kan sekretaris Nahdlatul Wathan, sedang Kiai Abdul Wahab ketuanya,” tutur Kiai Asep yang lulusan IKIP (kini Unesa) Surabaya itu.

”Orang selama ini menganggap ayah saya sekretarisnya Kiai Wahab Hasbullah. Padahal ayah saya sekretaris Nahdlatul Wathan dan Katib Tsani PBNU. Ya, ada benarnya juga, jadi ayah saya sekretarisnya Kiai Wahab dan Hadratussyaikh,” tambahnya.

Pada susunan pengurus NU periode pertama Kiai Abdul Chalim memang tercatat sebagai Katib Tsani. Sedang Kiai Abdul Wahab Hasbullah adalah Katib Awal. Saat itu Hadratussyaikh KH Muhammad KH Hasyim Asy’ari Rais Akbar. Sedang Ketua Umum Tanfidziyah Hasan Gipo.

Uniknya, meski Kiai Abdul Chalim tiap hari bersama kiai-kiai besar dan pengasuh pesantren, tapi ia sendiri tak punya pesantren. Padahal Kiai Abdul Chalim juga teman seangkatan dengan Kiai Abdul Wahab Hasbullah ketika belajar di Makkah. Tak aneh, jika saat itu Kiai Wahab Hasbullah sempat menegur.

”Dari semua kiai yang jadi pengurus NU hanya sampean yang gak punya pesantren,” kata Kiai Abdul Wahab Hasbullah kepada Kiai Abdul Chalim.

Lalu apa jawaban Kiai Abdul Chalim? ”Nanti anak saya yang akan punya pesantren besar dan banyak santrinya,” jawab Kiai Abdul Chalim seperti dituturkan Kiai Asep.

”Kiai Wahab sempat tercengang mendengar jawaban ayah saya,” tutur Kiai Asep. Inilah yang disebut barakah oleh Kiai Asep. Doa dan prediksi ayahnya itulah yang kini menjadi kenyataan sehingga ia bisa mendirikan pesantren besar.

Yang menarik, Kiai Asep juga punya kebiasaan bersedekah tiap hari. ”Tiap pagi saya keliling sekitar pesantren bagi-bagi uang Rp 1 juta dalam bentuk pecahan Rp 10 ribuan. Saya tiap pagi juga ajak sarapan 20 orang dan kadang sampai 40 orang, termasuk santri yang tak kerasan,” tuturnya.

Bahkan tamu yang datang ke ndalemnya selalu diberi uang. Sehingga dalam sehari saja ia bersedekah jutaan rupiah. Loh bagaimana ceritanya? Ikuti serial berikutnya (bersambung)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Sabtu, 21 Juli 2018 10:50 WIB
Assalamualaikum ustaz. Saya mau tanya, saya sudah dilamar bulan Februari lalu. Tapi, sampai bulan Juli ini sya belum dinikahkan juga dengan pria yang melamar saya tersebut. Padahal saya sangat ingin dinikahkan sesegera mungkin setelah khitbah. Pih...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...