Rabu, 22 Agustus 2018 14:04

Aksi Dua Unsur Latma Helang Laut 18B/17 di Perairan Natuna Utara

Senin, 27 November 2017 17:04 WIB
Wartawan: -
Aksi Dua Unsur Latma Helang Laut 18B/17 di Perairan Natuna Utara

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Raden Eddy Martadinata (REM)-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Agam Endrasmoro melaksanakan serial latihan bersama Helang Laut 18B/17, Kamis (22/11/2017). Latihan ini diadakan selama melintas laut Laut Natuna Utara dari Thailand menuju Renai.

Latihan ini digelar bersama dengan unsur Tentara Laut Diraja Brunei (TLDB) yaitu KDB Daruttaqwa yang dikomandani oleh Ltc. Rasman bin Puteh. Adapun serial latihan meliputi, Replenishment at Sea (RAS) Approach Station Keeping saling bergantian, Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) Boarding Exercise (Boardex) Team KRI REM-331 melaksanakan pemeriksaan kapal di KDB Daruttaqwa 09.

Selain itu, melaksanakan latihan peran kebocoran dan penanganan kebocoran kapal, serta yang terakhir adalah latihan Gun Exercise dengan sasaran Killer Tomato dengan jarak 5.000 yard.

KRI R.E. Martadinata-331 melaksanakan tembakan dengan menggunakan Otomelara 76/62 mm Super Rapid Gun sukses menembak dengan tepat mengenai sasaran Tomato Killer tersebut, sedangkan meriam Vector 20 mm, juga berhasil ditembak dan ditenggelamkan.

Aksi perdana KRI R.E. Martadinata-331 ini merupakan kapal SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) buatan Galangan kapal DSNS Vlingssingen Belanda dan PT PAL. Kapal ini memiliki panjang: 105.14 M, Lebar: 14.02 M, Tonase: 3.316 Ton, Draf: 5.73 M, Kecepatan max: 28 knot, Kecepatan jelajah: 16 Knot, Kec ekonomis: 14 Knot dan Endurance: 5.000 nm (berlayar 20 hari di laut)

Kemampuan persenjataannya pun tidak diragukan lagi, KRI REM-331 saat ini merupakan kapal tercanggih milik TNI Angkatan Laut yang dilengkapi antara lain, Meriam Utama OTO Melara 76 mm Super Rapid Gun, Rudal Exocet MM 40 Block 3 dengan jarak jangkauan sejauh 180-200 km, rudal anti serangan udara Mica berdaya sergap sasaran sejauh 20-25 km dengan ketinggian 9.144 meter.

Tak hanya itu, kapal ini juga memiliki pengecoh Rudal Terma SKWS DLT-12T dan Torpedo A-244S, yaitu jenis torpedo ringan berpandu yang dapat mengejar sasaran di perairan dangkal serta Meriam Close In Weapon System (CIWS) millenium 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat. (*)

Sumber: *Dispen Armatim
Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...