Senin, 19 Agustus 2019 07:28

Said Abdullah Santuni Kakak-adik yang Lumpuh 26 Tahun

Minggu, 16 Maret 2014 22:46 WIB
Editor: Nur Faishal
Wartawan: Ida Okvinita
Said Abdullah Santuni Kakak-adik yang Lumpuh 26 Tahun
HM Said Abdullah saat menjenguk Sumaryono dan Irwan, kakak-adik yang menderita lumpuh selama 26 tahun. Foto: Ida Okvinita/Bangsaonline.com

SUMENEP (bangsaonline) - Sumaryono (26) dan Irwan (16), kakak-adik yang menderita lumpuh selama 26 tahun, kemarin (16/3) berbahagia. HM Said Abdullah, anggota DPR RI Dapil XI Madura, mengunjungi keduanya yang tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah gubuk di bekas pasar di Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep. Pada kesempatan itu, Said juga memberikan bantuan.

Said mendahului bantuan pemerintah yang hingga kini belum diterima oleh keluarga Sumaryono-Irwan. Memang, kendati tergolong keluarga miskin, hingga kini mereka tak pernah mendapatkan bantuan seperti beras untuk keluarga miskin (raskin) maupun jaskesmas, karena tidak masuk data penerima.

”Keluarga ini tidak masuk data penerima bantuan pemerintah karena keteledoran petugas di bawah,” kata Said saat mengunjungi Sumaryono-Irwan, Minggu (16/3/2014). "Ini adalah kesalahan data. Kalau pendataan dilakukan secara door to door, kita yakin keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan akan tercover seluruhnya," tambah pria yang pada pileg 2014 kembali mencalonkan diri menjadi DPR RI itu untuk Dapil XI Madura itu.

Said mengaku terenyuh ketika mendengar kisah hidup keluarga Sumaryono-Irwan. Karenanya, di masa reses kali ini dia langsung mengunjungi mereka dan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta, yang diterima oleh kakek dan nenek Sumaryono-Irwan. ”Duit ini belum seberapa jika dibandingkan keringat kakek-nenek itu membesarkan kedua cucunya,” tandasnya.

Sumaryono dan Irwan yang lumpuh itu kini tinggal bersama kakek dan neneknya, Abdurrahman dan Misnati. Ibu dua anak tersebut meninggal dunia ketika mereka berusia 10 tahunan. Sedangkan bapaknya menikah lagi dengan perempuan lain dan jarang menemui keduanya. Perawatan keduanya dilakukan ala kadarnya, sebab nenek dan kakeknya tidak punya biaya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...