Pejabat Pemkab Gresik saat menikmati jamuan makan di Malaysia. Foto: istimewa.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Komisi A DPRD Gresik berjanji akan mengusut dari mana sumber dana lawatan Bupati dan sejumlah pejabat ke negeri jiran Malaysia. Ditengarai dana itu tidak sepenuhnya dari kantong pribadi.
Indikasi itu disampaikan salah satu sumber yang ikut dalam rombongan tersebut. Ketika dikonfirmasi melalui chatting WhatsApp, sumber tersebut mengatakan tidak tahu menahu masalah anggaran yang digunakan. Hanya saja, ia memastikan tidak mengeluarkan uang untuk akomodasi.
BACA JUGA:
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
“Saya tak tahu anggarannya dari mana, itu urusan pimpinan. Saya cuma bawa uang saku,” ujar sumber tersebut melalui aplikasi chatting WhatsAppnya, Sabtu (18/11).
Sementara Wakil Ketua Komisi I, Mujid Riduan kepada BANGSAONLINE berjanji akan mencari tahu dari mana sumber dana yang dipakai. Ia mengaku ragu kalau anggaran lawatan itu dari dana pribadi.
"Saya hafal betul dengan karakter pejabat Pemkab Gresik kalau soal urunan atau iuran sangat sulit. Makanya, kami selidiki diposkan di mana kegiatan itu. Saya yakin kalau benar-benar bersumber dari APBD pasti ketemu. Apalagi ada pengakuan bahwa soal biaya pimpinan (Kepala OPD, red) yang ngurusi," ujar politikus PDIP ini.
Menurut Mujid, lawatan ke Malaysia yang dilakukan Bupati bersama puluhan pejabat ini bisa menjadi preseden buruk di pemerintahan Sambari.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




