Selasa, 21 Agustus 2018 17:17

Panjang Tebing Via Ferrata Tertinggi di Indonesia Timur hanya Ada di Gunung Sepikul Trenggalek

Sabtu, 30 September 2017 18:31 WIB
Wartawan: Herman Subagyo
Panjang Tebing Via Ferrata Tertinggi di Indonesia Timur hanya Ada di Gunung Sepikul Trenggalek
Panjat Tebing Via Ferrata oleh jajaran Muspida Trenggalek di Gunung Sepikul. foto: HERMAN S/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Wisata minat khusus berupa panjat tebing melalui jalur besi atau dalam bahasa Italia dikenal dengan istilah via ferrata, kini sudah tersedia di kabupaten Trenggalek, tepatnya di gunung Sepikul Desa Watuagung kecamatan Watulimo.

Grand Opening kawasan wisata yang di beri nama Sparta (Sepikul Via Ferrata) dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Trenggalek, Joko Irianto. Pembukaan ditandai pelepasan balon ke udara diikuti oleh Komandan Kodim (Dandim) 0806 Trenggalek, Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Kapolsek dan Perhutani.

Dalam sambutannya, Joko Irianto menyatakan sangat mendukung wisata minat khusus ini. Dengan adanya wisata di kawasan gunung sepikul ini, Joko optimis akan berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Untuk itu, Joko berharap agar wisata panjat tebing via ferrata ini bisa dijadikan satu paket dengan wisata yang ada di kecamatan Watulimo.

“Saya berharap wisata minat khusus ini bisa dijadikan satu paket dengan wisata Pantai Prigi, Gua Lowo dan Kampung Wisata Durian,” pinta Joko dalam sambutannya, Sabtu (30/9).

Sementara Ketua Panitia Grand Opening Sepikul Via Ferrata, Topan Eko Waktra mengungkapkan alasan dirinya memilih tebing sepikul sebagai kawasan wisata khusus karena tebing di gunung Sepikul memiliki ketinggian yang memadai, yakni hampir 850 meter di atas permukaan laut (MDPL). Dengan ketinggian ini, tebing Sepikul merupakan satu-satunya tebing tertinggi di Indonesia bagian Timur.

Kendati demikian, karena tebing sepikul tersebut dijadikan wisata khusus, maka untuk wisata panjat tebing di bagi dalam dua paket, paket pertama pengunjung wisata bisa naik ke atas tebing dengan ketinggian 125 meter yang biayanya sebesar Rp 125 ribu. Selanjutnya paket kedua 225 meter dengan biaya Rp 225 ribu.

Topan menjelaskan bahwa biaya tersebut sudah termasuk asuransi apabila terjadi risiko kecelakaan dalam panjat tebing. "Wisata panjat tebing gunung sepikul ini dikelola antara CV Indo Via Ferrata bekerja sama dengan Perhutani dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Munculnya wisata khusus ini tentunya akan menambah perbendaharaan wisata di kabupaten Trenggalek," pungkasnya. (adv/man/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...