Selasa, 15 Juni 2021 03:48

Banyak Bangku Kosong, Komisi E dan Dindik Jatim akan Evaluasi PPDB

Kamis, 13 Juli 2017 22:14 WIB
Wartawan: M Didi Rosadi
Banyak Bangku Kosong, Komisi E dan Dindik Jatim akan Evaluasi PPDB
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Agung Mulyono

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tingginya angka bangku kosong di sejumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Timur dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mencapai 22 ribu membuat Komisi E DPRD Jatim prihatin. Karena itu, dalam waktu dekat Komisi E bersama Dinas Pendidikan di Jatim akan melakukan evaluasi PPDB.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im memaklumi banyaknya kekurangan di PPDB kali ini lantaran saat ini masih masa peralihan, di mana yang dulu diurus oleh kabupaten/kota kini diserahkan sepenuhnya ke Jatim. Terlebih dihapusnya sekolah favorit, dengan harapan siswa yang diterima di sekolah negeri merata, tapi ternyata masih ada kekurangan, dampaknya bangku kosong mencapai hampir 22 ribu.

"Memang ini adalah ujian bagi kami, menyusul kebijakan pengelolaan SMA/SMK ke provinsi. Namun kami akan terus mekakukan evaluasi dan perbaikan demi suksesnya program pemerintah wajib belajar 12 tahun," tegas politisi asal PAN itu, Kamis (13/7).

Ditambahkan Suli, dalam PPDB kali ini, khusus untuk SMK banyak beberapa jurusan yang peminatnya sangat minim. Ini dikarenakan di masyarakat beranggapan keluar dari SMK, mereka langsung masuk dunia kerja. Sehingga ketika sekolah pun mereka mencari jurusan sesuai dengan permintaan pasar. Akibatnya jurusan yang tidak tren seperti tari, otomatis sepi peminat.

BACA JUGA : 

DPRD Jatim Minta Sistem Zonasi pada PPDB Diikuti Kemampuan Siswa

​Pemprov Jatim Beri Kuota 3.817 Kursi PPDB SMA-SMK Negeri bagi Anak Nakes Tangani Covid-19

Hari Pertama Masuk Sekolah, 73,4% Pelajar Jatim Tetap Tidak Setuju Zonasi

Sistem Zonasi di Jatim Dihentikan, Ibu-Ibu Demo Grahadi, Muncul Meme Lucu

Termasuk soal intruksi Gubernur Jatim agar pendaftaran online diperpanjang, ternyata tidak terlalu berpengaruh karena siswa yang tidak lolos langsung daftar ke swasta. Tentunya hal ini tidak luput dalam agenda evaluasi dalam rapat Komisi E.

"Dalam pertemuan dengan Kadindik Jatim nanti, masalah ini akan kita bicarakan juga," akunya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kimisi E DPRD Jatim, Agung Mulyono. Menurutnya hal yang terjadi masih dalam batas kewajaran, karena masih masa transisi. Tapi pihaknya berjanji masalah ini tidak terjadi kembali di tahun mendatang.

"Kami akan terus melakukan perbaikan, sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan pengalihan pengelolaan SMA/SMK dari kab/kota ke Pemprov Jatim," papar politisi asal Partai Demokrat tersebut. (mdr)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...