Senin, 18 November 2019 19:06

Buruh Tani Asal Jombang ini Dapat Order 3.000 Ketupat, 3.000 Lepet, dan 3.000 Lontong

Jumat, 30 Juni 2017 18:28 WIB
Wartawan: Rony Suhartomo
Buruh Tani Asal Jombang ini Dapat Order 3.000 Ketupat, 3.000 Lepet, dan 3.000 Lontong
Ahsan menunjukkan ketupat bikinannya yang telah matang. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Bisa jadi saat ini Ahsan (50) merasakan capek yang luar biasa. Meski begitu, tentunya ia juga merasa puas. Ini setelah pembuat ketupat asal Dusun Ngembeh Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto itu menyelesaikan pesanan pembuatan ketupat matang sebanyak 3.000 buah, Lepet 3.000 buah dan lontong 3000 buah jelang lebaran ketupat.

“Saya aslinya pekerja buruh tani dan serabutan. Namun ketika lebaran, saya juga menerima pesanan pembuatan ketupat, lepet dan lontong matang. Pada lebaran tahun ini saya menerima order membuat 3.000 ketupat, 3000 lepet dan 3000 lontong, menjelang lebaran ketupat yang diperingati pada hari ke tujuh setelah Idul Fitri,” ujar Ahsan kepada wartawan, Jumat (30/06/2017).

Ahsan mengungkapkan, untuk membuat 3.000 ketupat, dirinya menghabiskan tidak kurang dari 50 kilogram beras.

“Sudah sepuluh tahun menerima orderan seperti ini (membuat ketupat, lepet dan lontong matang). Untuk 3.000 ketupat, tidak kurang menghabiskan sekitar 50 kilogram beras serta menghabiskan lebih dari lima elpiji ukuran 3 kilogram,” paparnya.

Sedangkan proses memasak ribuan ketupat matang itu, Ahsan menggunakan sebuah kompor elpiji yang telah dilengkapi rangka besi penguat yang digunakan untuk menopang satu dandang raksasa. “Hanya pakai satu kompor dan satu dandang raksana ini saja,” tambahnya.

3.000 ketupat, 3000 lepet dan 3000 lontong itu, lanjut Ahsan, diselesaikan dalam satu hari. Ia mengaku memasak ketupat secara giliran sejak lebaran. “Yang matang kami antar ke pemesannya, begitu seterusnya. Terakhir sampai besok karena lusa sudah lebaran ketupat,” tandas bapak dua anak ini.

Untuk urusan harga, ahsan menjual ketupat matang buatannya per 10 biji dengan harga Rp 15 ribu. “Per sepuluh biji saya jual Rp 15 ribu. Jadi dalam pembuatan ketupat ini saya mendapatkan omset lebih dari Rp 4 juta. Lumayan lah untuk tambahan,” pungkas Ahsan. (ony)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...