Rabu, 23 Juni 2021 16:15

Tak Transparan Soal Kandungan Emas, Pertambangan PT SMN di Watulimo Trenggalek Dihentikan Dewan

Jumat, 26 Mei 2017 14:00 WIB
Wartawan: Herman Subagyo
Tak Transparan Soal Kandungan Emas, Pertambangan PT SMN di Watulimo Trenggalek Dihentikan Dewan
Rapat dengar pendapat antara Warga Dukuh, PT SMN dan dewan di aula DPRD Trenggalek. foto: HERMAN S/BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Eksplorasi dan eksploitasi pertambangan emas PT. Sumber Mineral Nusantara (SMN) yang berlokasi di desa dukuh kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dihentikan sementara. Ini menyusul hasil rapat dengar pendapat antara warga desa Dukuh kecamatan Watulimo, PT. SMN, serta Komisi I dan II DPRD Trenggalek di aula gedung DPRD setempat, Jumat (26/5).

"Hasil kesimpulan rapat dengar pendapat ini kami putuskan bahwa pertambangan SMN di desa dukuh kecamatan Watulimo dinyatakan berhenti sementara. Selanjutnya kami akan merekomendasikan pada bupati terkait hal ini," kata Sukadji selaku pimpinan sidang sekaligus ketua komisi I DPRD Trenggalek saat hearing.

Menurut Sukadji, penghentian sementara ekplorasi dan eksploitasi pertambangan emas di desa Dukuh kecamatan Watulimo tersebut lantaran pihak PT. SMN tidak mau menjelaskan secara gamblang berapa nilai kandungan emas yang ada di desa Dukuh.

"Mereka terkesan menutup diri atas hasil atau perolehan selama melakukan eksplorasi dan eksploitasi pertambangan dalam kurun empat tahun belakangan ini. Untuk itu, kami meminta pada pihak Satpol PP untuk mengawal atas putusan yang telah disepakati dalam rapat dengar pendapat tersebut," tegasnya.

BACA JUGA : 

Dua Ormas Setuju Adanya Penambangan Emas di Trenggalek

​Berikut Ini PAD Pemkab Trenggalek dari Pertambangan Bukan Logam Tiga Tahun Terakhir

Bupati Arifin dan Ormas Tolak Penambangan Emas, Warga Desa Terdampak Justru Setuju

15 Ormas Dukung Bupati Arifin Tolak Pertambangan Emas di Trenggalek

Sementara Max Lavian perwakilan dari PT. SMN ketika dikonfirmasi usai rapat dengar pendapat mengatakan menghargai dan akan mematuhi keputusan tersebut.

"Namun kami tidak akan berhenti sampai di situ. Kami akan terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait, agar supaya usaha pertambangan ini bisa dilanjut kembali," ungkapnya. (man/rev)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Rabu, 23 Juni 2021 06:20 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perang Diponegero melawan penjajah Belanda menimbulkan korban luar biasa. Ribuan penjajah Belanda tewas. Begitu juga para pejuang Indonesia. Bahkan Belanda sempat kewalahan.Perang Diponegoro pecah karena penjajah Beland...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...