Rabu, 12 Mei 2021 18:57

Bupati Arifin dan Ormas Tolak Penambangan Emas, Warga Desa Terdampak Justru Setuju

Rabu, 31 Maret 2021 18:54 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Bupati Arifin dan Ormas Tolak Penambangan Emas, Warga Desa Terdampak Justru Setuju
Ilustrasi penambangan emas. foto: net

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Meski Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin dan 15 ormas menolak adanya pertambangan yang akan dilakukan oleh PT SMN (Sumber Mineral Nusantara), namun tidak demikian halnya bagi dua warga desa terdampak dari pertambangan tersebut.

Agus Sucipto, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek justru setuju dengan adanya penambangan emas yang akan dilakukan oleh PT SMN di desanya.

"Ya menerima (adanya penambangan emas)," kata Agus Sucipto ketika dikonfirmasi melalui jaringan telepon, Rabu (31/3).

Dijelaskan Agus, alasan dirinya tidak menolak penambangan emas di desanya, karena sumber alam yang tersedia, jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi mubazir.

BACA JUGA : 

Program Insentif Rp200 Ribu untuk Keluarga Sehat Tuai Pertanyaan Wakil Ketua DPRD Trenggalek

Keluarga Sehat di Trenggalek Bakal Dapat Insentif 200 Ribu Tiap Bulan, Mau? Simak Syaratnya

Bahas Kerja Sama Sektor Wisata, Bupati Kediri dan Bupati Trenggalek Bakal Siapkan Diskon

Libur Idulfitri, Pemkab Trenggalek Terapkan Pembatasan Jumlah Pengunjung Wisata

"Sumber alam itu ya harus dikelola. Dikelolanya ya lewat perusahaan. Kalau perusahaan resmi yang mengelola itu, kalau ada dampaknya, kan ada yang bertanggung jawab," terangnya.

"Takutnya jika tidak ditambang secara resmi lalu banyak tambang ilegal masuk, terus siapa yang bertanggung jawab," sambungnya.

BACA JUGA: 15 Ormas Dukung Bupati Arifin Tolak Pertambangan Emas di Trenggalek

Ia meyakini penambangan emas itu akan membawa dampak positif bagi ekonomi warga sekitar. Salah satu contohnya adalah warga sekitar kawasan penambangan tentu akan dilibatkan sebagai tenaga kerja.

"Tidak mungkin warga sekitar (penambangan emas) tidak mendapat keuntungan itu," ucapnya mencontohkan.

Lebih jauh Agus menceritakan bahwa dirinya pernah terlibat dalam kegiatan ekplorasi yang pernah dilaksanakan oleh pihak perusahaan. Dari sana ia memperoleh ilmu pengetahuan tentang tambang sekaligus pendapatan secara pribadi.

"Kalau dari hasil ekplorasi, saya bertambah pengalaman. Yang semula saya gak tau topografi jadi tahu. Terus jenis-jenis batuannya menjadi tahu," kenang Agus.

Kemudian dari sisi upah yang ia terima selama bekerja dengan pihak perusahaan, juga lebih dari cukup karena sesuai dengan standar UMK (Upah Minimum Kabupaten). Selain itu sebagai pekerja, dirinya juga mendapatkan BPJS kesehatan dan BPJS tenaga kerja dari perusahaan tambang. "Semua itu dikaver oleh perusahaan," jelasnya.

Pada masa kegiatan ekplorasi saat itu, lanjutnya, seluruh kawasan terdampak pertambangan mendapat ganti rugi dari pihak perusahaan.

BACA JUGA: Bupati Arifin: Mau Eksploitasi Tambang di Trenggalek, Nanti Dulu!

Salah satu contoh ganti rugi yang diberikan oleh perusahaan pada masyarakat adalah apabila lokasi drilling itu berada di kawasan hutan yang dikelola oleh warga, maka pihak perusahaan memberikan ganti rugi sebesar Rp 500 ribu.

Selain itu, ganti rugi juga diberikan pada lahan garapan milik warga yang berada di dalam hutan yang terdampak dari kegiatan eksplorasi saat itu.

"Itungan ganti ruginya biasanya per pohon. Per pohon rata-rata satu menghasilkan berapa, itu misalnya satu tahun menghasilkan sekian, ya kali berapa tahun nanti perusahaan garap di situ," urainya.

Agus menambahkan, rencana kegiatan eksploitasi penambangan emas di Desa Karangrejo seluruhnya berada di kawasan milik Perhutani serta memiliki jarak yang cukup jauh dari kawasan permukiman warga.

Sementara Purwanto, warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak juga mengaku setuju dengan adanya penambangan emas yang akan dilakukan oleh PT SMN.

"Kalau itu menyejahterakan masyarakat, saya sangat mendukung (adanya penambangan emas)," ungkapnya.

Alasannya, karena dengan adanya penambangan emas nanti akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

"Jadi, masyarakat itu dilibatkan untuk angkat mesin, suplai bahan makanan, suplai bahan bakar, itu kan yang digunakan masyarakat semua," kata Purwanto yang akrab dipanggil Tombol ini.

BACA JUGA: Tak Transparan Soal Kandungan Emas, Pertambangan PT SMN di Watulimo Trenggalek Dihentikan Dewan

Menurutnya, pada masa kegiatan eksplorasi yang pernah dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah terjadi gejolak dari masyarakat sekitar.

Dia juga merasa heran kenapa selama ini masyarakat di luar Desa Ngadimulyo bergejolak menolak penambangan emas di desanya. Ia pun lantas menanyakan masyarakat mana yang menolak adanya pertambangan emas ini.

Menurutnya, bahwa kawasan penambangan emas di Desa Ngadimulyo nanti berada di Dukuh Buluroto, bukan termasuk dalam kawasan hutan lindung seperti yang diberitakan selama ini.

Karena itu, ia menyarankan agar PT SMN melakukan sosialisasi pada warga dan tokoh setempat terlebih dahulu apabila akan melakukan eksploitasi penambangan emas.

"Tapi kalau gak bisa menyejahterakan masyarakat dan seenaknya perusahaan sendiri, ya harus berhadapan dengan saya, dan saya gak takut," tantangnya.

"Kalau ada PT (perusahaan) yang mau masuk jangan ditolak dulu, biar dilihat kerjanya dululah. Kalau itu merugikan masyarakat, ya harus dipulangkan, harus angkat kaki dari tanah Trenggalek," pungkasnya. (man/ian)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 12 Mei 2021 04:55 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- YANG saya bicarakan ini adalah listrik untuk usaha. Untuk bisnis –perdagangan dan terutama industri.Bukan listrik untuk rumah tangga.Amerika Serikat mendapatkan sumber utama listrik dari gas yang murah. Tiongkok dari ten...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...