Selasa, 18 Februari 2020 00:03

Gandeng UB, Pasar Songgolangit Dibangun Lagi 2018

Selasa, 23 Mei 2017 02:04 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yahya
Gandeng UB, Pasar Songgolangit Dibangun Lagi 2018
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Menggandeng Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya Malang sebagai konseptor, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berencana membangun Pasar Legi Songgolangit tahun 2018 mendatang.

Dengan tetap mempertahankan pasar tradisional, Pasar Songgolangit akan dibangun lebih modern dan lebih aman. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto di ruang kerjanya, Senin (22/5).

Menurut Jamus Kunto, Pasar Songgolangit yang dulu bernama Pasar Legi berdiri bersamaan dengan berdirinya Kabupaten Ponorogo. "Jadi sejak tahun 1825, Pasar Legi sudah berdiri dan menjadi ikon di Ponorogo saat itu. Untuk itu, kita akan segera membangun kembali pasar yang kemarin terbakar tersebut. Konsepnya adalah momentum untuk membenahi pasar yang sangat strategis tersebut," ujar Jamus.

Kemarin, pihaknya sudah rapat dengan bupati, LPM Unibraw, Bappeda, Dinas Perdakum dan tim anggaran. Sementara, pihaknya mengusulkan dana sebesar Rp 60 miliar untuk membangun empat lokasi, yaitu Pasar Legi Selatan, Pasar Songgolangit yang terbakar kemarin, pasar sayuran, dan pasar di PJKA.

"Paling lambat akhir bulan ini konsep yang disusun akan diserahkan ke Kementerian Perdagangan. Kita rencanakan tahun 2018 mendatang sudah mulai dalam pembangunannya," lanjut Jamus Kunto.

Secara umum Pasar Legi tetap dipertahankan sebagai pasar tradisional yang dikelola secara modern. Lokasi yang diploting sesuai dengan jenis barang. Lahan parkir yang luas, kelas menengah, pasar sayur reprenstatif dan bersih, lapak kain yang nyaman, dan tempat kuliner yang bersih.

Pasar Legi Songgolangit ini memiliki kehidupan atau ritme 24 jam secara terus menerus tanpa henti. Mulai pukul 23.00-02.00 WIB ada pasar lombok, yang dilanjutkan dengan pasar sayur, yang kulinernya terus menerus tanpa henti.

Untuk itu, pihaknya harus mewadahi dan mengelola dengan baik. Termasuk memberikan rasa aman bagi pengunjung maupun pedagang itu sendiri. “Sehingga ke depan Pasar Legi Songgolangit mampu menjadi ikon dan sentra perputaran uang yang cukup tinggi dan mampu meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat Ponorogo,” pungkas Jamus Kunto. (yah/rd)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...