Kamis, 24 Mei 2018 08:59

Tafsir Al-Nahl 116-117: Pembela Kafir Mendapat Upah, Sekaligus Siksa

Minggu, 14 Mei 2017 02:06 WIB
Tafsir Al-Nahl 116-117: Pembela Kafir Mendapat Upah, Sekaligus Siksa
Massa pro-Ahok demo menuntut agar terdakwa kasus penistaan agama itu dibebaskan. foto: ilustrasi / tribunislam

Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .    

Walaa taquuluu limaa tashifu alsinatukumu alkadziba haadzaa halaalun wahaadzaa haraamun litaftaruu ‘alaa allaahi alkadziba inna alladziina yaftaruuna ‘alaa allaahi alkadziba laa yuflihuuna (116). Mataa’un qaliilun walahum ‘adzaabun aliimun (117).

Ayat kaji ini bicara soal wong kafir yang hobi menghidangkan sesajen, korban ternak, selametan yang dipersembahkan kepada berhala sesembahan. Mereka menentukan hewan ini, makanan ini hukumnya halal (haadzaa halaalun) dan yang ini hukumnya haram (wahaadzaa haraamun).

Yang dimaksud ini dan itu adalah hewan-hewan yang sudah ditentukan sebagai korban sesembahan dan yang tidak. Seperti Bahirah (unta yang telinganya dilobangi), Sa'ibah (unta nadzar untuk berhala), Wasilah (kambing yang melahirkan anak jantan dan betina. Sebab, jika hanya melahirkan jantan semua, maka dipersembahkan kepada berhala, jika hanya betina, maka untuk diri sendiri, Ham (pejantan produktif) dan lain-lain.

Semua ini hanyalah kreasi dan mengada-ada, bikinan para tetua adat, juru kunci atau para dukun setempat, bukan ketentuan dari Allah SWT. Makanya Tuhan menolak, bahwa itu semua adalah dusta dan mengada-ada. "yaftaruuna ‘alaa allaahi alkadziba". Meskipun Tuhan menolak, tapi pendukung mereka banyak dan kuat, utamanya dari komunitas penyair dan pujangga.

Zaman dulu, penyair menjadi media informasi paling efektif. Hal penting dituangkan dalam gubahan syair ringan dan mudah, sehingga anak-anak kecil bisa hafal. Disebutkan, banyak penyair, ilmuwan membela-bela kreasi para tokoh kafir terkait keyakinan mereka. Penyair yang belaannya efektif dan daya kampanyenya manjur, orasinya mantap akan mendapat imbalan uang banyak. Ya, tapi Tuhan mengancam, di akhirat nanti akan mendapat siksa super pedih karena menguatkan kekufuran mereka. Itulah makna penutup ayat, "Mataa’un qaliilun walahum ‘adzaabun aliimun".

Rabu, 23 Mei 2018 22:26 WIB
Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa Indonesia. Saya juga tidak menyangka bisa bertemu dua teman mahasiswa Indonesia di Columbia University Missouri. Satu asal Bondowoso. SMA-nya d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...