Proses evakuasi mayat korban yang dilakukan oleh tim gabungan.
Ia mengatakan, dugaan awal itu memacu pada kelengkapan atribut pakaian yang dikenakan. “Saat ditemukan jasad masih utuh namun sudah membusuk,” ujarnya.
Untuk memastikan, lanjut Denny, tim SAR gabungan mengevakuasi korban dan dibawa ke RSUD dr Hardjono, Ponorogo guna dilakukan identifikasi secara forensik. “Kami sudah hubungi DVI Polda Jatim,” ujarnya.
Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono memperkirakan penemuan korban akhir-akhir ini disebabkan jasad yang sebelumnya hilang tertimbun longsor perlahan terbawa arus sungai atau menyembul keluar karena material longsor tergerus erosi air hujan yang turun hampir setiap hari di daerah tersebut.
“Untuk itu kami akan melanjutkan normalisasi dan sudetan sungai sehingga aliran air dari atas lancar dan kemungkinan menemukan jenazah-jenazah lainnya,” kata Setyo.
Korban ketujuh yang tidak sengaja ditemukan warga merupakan korban longsor yang sebelumnya masih hilang. Enam korban sebelumnya berhasil ditemukan dengan rincian empat ditemukan saat digelarnya operasi pencarian yang berlangsung mulai Ahad (2/4) hingga Ahad (10/4) berikutnya.
Mereka adalah Katemi (70), Iwan Danang Suwandi (27), Sunadi (47) dan Sumaryono (25). Sementara dua lainnya ditemukan secara tidak segaja oleh tim relawan BPBD, TNI dan Polri saat melakukan upaya normalisasi Sungai Tangkil di sektor D. (yah/rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




