Karaoke De Berry Berdiri Dekat Pesantren, Dewan Tuding Satpol PP Lemah Awasi Tempat Hiburan

Karaoke De Berry Berdiri Dekat Pesantren, Dewan Tuding Satpol PP Lemah Awasi Tempat Hiburan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tugas pengawasan Satpol PP terhadap tempat hiburan malam dipertanyakan kalangan DPRD Surabaya. Aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) ini dianggap tidak bekerja dengan baik. Sehingga tempat hiburan lepas control dan melakukan pelanggaran.

Kritik disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha menyusul praktik asusila di Karoke Mega beberapa waktu lalu. Menurut Masduki, sangat tidak mungkin, lembaga sekelas Satpol PP tidak mengerti ada pelanggaran di sana.

Berdirinya karaoke De Berry di Jalan Sukomanunggal kemarin juga menuai protes warga. Protes itu disampaikan karena tempat hiburan dibangun di dekat pesantren. Sehingga keberadaan karaoke berpotensi menganggu proses belajar mengajar.

“Hari ini warga datang kepada kami untuk menyampaikan protes itu. Tetapi, kami juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab, ternyata semua perizinan sudah lengkap. Setelah kami telusuri ternyata warga sekitar sudah terlanjur tanda tangan untuk menyepakati,” tutur Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Adi Sutarwiyono.

Karena itu, pihaknya juga tidak bisa begitu saja meminta Pemkot Surabaya untuk menutup atau tidak mengeluarkan izin. Kecuali hanya meminta dilakukan pengawasan secara ketat.

“Ini kan sudah terlanjur berdiri. Warga juga terlanjur menyepakati. Maka solusinya tinggal diawasi bersama-sama,” pungkasnya.

“Sekarang coba dipikir, polisi tahu (tindak asusila), kenapa Satpol PP tidak tahu. Jangan seenaknya memberikan izin, sementara pengawasan tidak dilakukan maksimal. Kalau memang kurang personel, ngomong. Kami siap bantu,” tegasnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO