Gatot Nurmantyo
The Courier juga menyitir pernyataan Gatot pada Maret 2015 yang menyatakan bahwa usaha Timor Timur untuk memisahkan diri dari Indonesia adalah bagian perang proxy Australia untuk mengamankan ladang minyak di Celah Timor.
Media itu juga menyitir pernyataan sumber anonim dari Fairfax Media bahwa ambisi Gatot adalah menjadi presiden Indonesia. "Gatot punya ambisi menjadi presiden atau wakil presiden. Dan pada saat yang sama, banyak orang di militer tak senang dengannya. Ini adalah jalan yang baik baginya untuk memoles kepercayaan akan nasionalismenya," jelas sumber itu.
Sementara Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo enggan mengomentari soal pemberitaan Media Australia yang menyebut dirinya memiliki ambisi menjadi presiden.
"Ya enggak usah ditanggapi. Kalau ditanggapi lagi capek deh," kata Gatot usai menghadiri Rakorsus di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (6/1).
Gatot berharap pemberitaan tersebut tak perlu dibesar-besarkan. Mantan Pangkostrad ini mengaku dirinya tak terganggu dengan pemberitaan yang muncul tak lama setelah dirinya memutuskan penghentian kerjasama militer Indonesia dan Australia.
"Enggak usah ditanggapi. Saya juga enggak apa-apa kok. Biasa-biasa aja," ujarnya.
Seperti diketahui, Koran Sydney Morning Herald dua hari lalu memuat tulisan seorang koresponden Fairfax di Indonesia bernama Jewel Topsfield yang di dalam tulisannya bernada menyesalkan penghentian kerja sama militer itu. Apalagi hal itu menurut dia dilakukan secara sepihak oleh Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo. (Detik.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




