Selasa, 28 Februari 2017 05:36

Jumlah Muslim Kuba Terus Meningkat, Banyak Warga Masuk Islam setelah Diskusi

Rabu, 28 Desember 2016 11:00 WIB
Jumlah Muslim Kuba Terus Meningkat, Banyak Warga Masuk Islam setelah Diskusi
Sebagian muslim Kuba.

ATLANTA, BANGSAONLINE.com - Jumlah populasi Muslim di Kuba terus mengalami peningkatan. Saat ini terdapat 9.000 Muslim di Kuba dari keseluruhan penduduk Kuba yang berjumlah 11,3 juta. Walaupun merupakan minoritas, namun peningkatan jumlah Muslim di Kuba naik secara siginifikan jika dibandingkan pada awal 1990an yang hanya berjumlah sekitar 12 orang.

Menurut Michael Leo Owens, profesor ilmu politik di Universitas Emory Atlanta, Partai Komunis telah membuat keputusan untuk membuka pluralitas agama. Hal ini akan membuat Islam secara alami tumbuh di Kuba.

Dilansir dari http://europe.newsweek.com (27/12), karena tidak ada warisan Islam di Kuba, kebanyakan Muslim di Kuba merupakan mualaf yang menemukan Islam setelah berdiskusi dengan siswa atau diplomat dari negara-negara mayoritas Muslim yang berkunjung ke negara tersebut. Seorang jurnalis foto yang berbasis di Barcelona, Joan Alvado telah memotret kehidupan Muslim Kuba sejak tahun 2014.

Ia memutuskan untuk kembali ke Kuba dan memotret kembali kehidupan Muslim di penjuru kota. Menurut Alvado, tak seorang pun di Havana maupun temannya yang berasal di Kuba mengetahui bahwa ada Muslim di Kuba. Padahal, populasinya terus bertambah.

Osman Reyes, salah seorang Muslim di Kuba mengaku masuk Islam pada bulan Juni 2015. Dia mengatakan agama membantunya merasa lebih bebas.

Reyes tinggal di dekat kota Camaguey, di mana umat Islam setempat mendirikan sebuah masjid sederhana di dalam rumah pribadi pada awal 2000-an. Saat ini, terdapat Islamic Centre di Ibu Kota Kuba, Havana yang dibuka Juni 2015 lalu. Di masjid ini terdapat imam dan guru yang dapat membimbing dan mengajarkan Islam kepada Muslim Kuba yang sebagian besar mualaf.

Ini dikarenakan, para mualaf Kuba belum memahami ajaran Islam secara utuh. Sebagian mereka masih mempraktekan pola hidup sebelum memeluk Islam. Seperti mengkonsumi makanan atau minuman yang dilarang dalam hukum Islam.

Di samping menjadi tempat belajar, Islamic Centre juga mendistribusikan busana Muslim untuk pria dan wanita dan menyumbangkan domba kepada jemaat selama bulan Ramadhan. Pada awal 1990-an, warga Muslim di Kuba menghadapi kesulitan untuk mempraktekan ajaran agama mereka oleh rezim penguasa. Bahkan, Muslim sempat memperoleh penganiayaan. (rol/dur)

sumber : Republika.co.id
tag :
  • mualaf
  • kuba
Sabtu, 25 Februari 2017 23:33 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   BANGSAONLINE.com - Man kafara biallaahi min ba’di iimaanihi illaa man ukriha waqalbuhu muthma-innun bial-iimaani walaakin man syaraha bialkufri shadran fa’alayhim ghadhabun mina allaahi walahum...
Minggu, 26 Februari 2017 11:42 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 23 Februari 2017 16:59 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Arumi Bachsin, artis sinetron dan film nasional, kini namanya dipatenkan dalam sebuah produk kerajinan batik Trenggalek. Pemberian nama batik Arumi sengaja dipilih oleh Pemkab Trenggalek untuk mendongkrak usah...