Chalee Holland Taylor. Foto: Foto: LibforAll
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Charles Holland Taylor – warga Amerika Serikat yang ditengarahi “agen Zionis”- disebut-sebut sebagai orang yang banyak membuka akses bagi Gus Yahya untuk bertemu dengan petinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Gus Yahya sendiri mengklaim bahwa jaringan ke Israel itu lebih dulu dilakukan Gu Dur. Sehingga kepergian Gus Yahya ke Israel seolah melanjutkan "misi" Gus Dur.
Ternyata keluarga Gus Dur malah gerah dengan Holland Taylor. Putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Waid mengatakan keluarga Gus Dur mencermati tindakan Taylor yang sering mengatasnamakan NU dan mengaitkan dirinya dengan para tokoh NU – termasuk Gus Dur yang wafat pada 1999.
Menurut Yenny, keluarga Gus Dur menerima laporan keluhan dari mitra di Amerika Serikat, Eropa hingga Timur Tengah mengenai korespondensi Holland Taylor dengan individu atau otoritas resmi dengan mengatasnamakan NU.
“Ini dapat memunculkan persepsi negatif terhadap tata kelola organisasi dan relasi luar negeri NU,” kata Yenny Wahid dilansir Majalah Tempo edisi terbaru, 1-7 Desember 20 Desember 2025.
Yenny Wahid termasuk salah satu ketua di PBNU.
Ketua Hubungan Luar Negeri PBNU Ahmad Suaedy juga menjelaskan bahwa tidak semua kalangan di NU sepakat dengan tindakan Charles Holland Taylor. Menurut dia, keluarga Gus Dur justru menjaga jarak dengan Holland Taylor.
“Keluarga tak mau Charles mendominasi Gus Dur,” kata mantan Direktur Eksekutif The Wahid Institute itu seperti dikutip Tempo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




