Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengucapkan syukur atas capaian kinerja ekspor Jawa Timur yang kembali menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang tahun ini.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, total ekspor migas dan nonmigas Jatim pada Januari–Oktober 2025 mencapai US$25,34 miliar, naik 16,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sementara impor turun menjadi US$24,25 miliar atau menurun 3,56 persen.
BACA JUGA:
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
“Kinerja ekspor yang terus tumbuh dan meningkat, sementara nilai impor turun. Ini semakin membuktikan bahwa Jatim memegang peranan signifikan terhadap capaian ekspor nasional,” kata Khofifah di Surabaya, Kamis (4/12/2025).
Ekspor nonmigas, khususnya kelompok perhiasan atau permata, menjadi penopang utama dengan kenaikan 40,30 persen dan rata-rata peningkatan unit value mencapai 687,41 persen. Selain itu, ekspor lemak dan minyak hewan/nabati tumbuh 41,35 persen dan menyumbang 7,91 persen terhadap total ekspor Jatim.
“Capaian ini ditopang oleh ekspor nonmigas utamanya golongan perhiasan atau permata masih menjadi komoditas unggulan,” kata ucap Khofifah.
Swiss menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Jatim dengan nilai US$4,08 miliar, didominasi perhiasan/permata, kendaraan dan bagiannya, serta perkakas bukan logam mulia. Pangsa ekspor berikutnya adalah Tiongkok sebesar 13,03 persen (US$3,23 miliar) dan Amerika Serikat 12,33 persen (US$3,06 miliar).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




