Rabu, 26 April 2017 07:19

Miliki Nilai Patrotisme dan Jiwa Militan, Seniman Reyog Ponorogo Siap jadi Duta Pertahanan Bangsa

Minggu, 25 Desember 2016 20:56 WIB
Miliki Nilai Patrotisme dan Jiwa Militan, Seniman Reyog Ponorogo Siap jadi Duta Pertahanan Bangsa
Pembina Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Nursilah.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak para seniman dan budayawan untuk aktif sebagai duta pertahanan bangsa. Ajakan disampaikan pada sarasehan yang digagas Persatuan Artis Film 56 (PARFI 56) bertajuk "Seni dan Kebudayaan Sebagai Esensi dari Pertahanan Kebangsaan" yang digelar di Balai Sarwono Jakarta, Rabu (21/12) lalu.

Itu tak lain karena menurutnya kondisi negara saat ini cenderung terpecah belah. Sementara, seniman dan budayawan bisa menggerakan rakyat untuk melindungi bangsa dengan bekerja dan berkarya melalui bahasa nuraninya.

Menurut Panglima TNI, sudah sewajarnya jika seniman dan budayawan memiliki semangat dan jiwa patriotisme untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dengan bahasa nuraninya. Seperti halnya yang dilakukan Wali Songo, yang menyebarkan Agama Islam di negara Indonesia ini melalui pendekatan budaya.

Ajakan Panglima TNI tersebut mendapat tanggapan dari seniman yang tergabung dalam Komunitas Reyog Ponorogo (KRP).

"Pada dasarnya seni sebagai salah satu unsur kebudayaan berisi sistem nilai budaya yang sangat berharga bagi setiap suku bangsa. Setiap local genius memiliki kearifan yang diwadahi dalam bentuk-bentuk seni tradisi yang menyediakan ruang tafsir dialogis yang memuaskan bagi komunitasnya," kata Pembina Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Nursilah di Jakarta, Ahad (25/12).

Menurut Nursilah, ada beberapa poin yang bisa diusulkan dalam berkesenian, di antaranya dengan mendalami ketreampilan berkesenian dengan sebaiknya-baiknya, sehingga mencapai tingkat penguasaan hingga ke tahap penjiwaan tertinggi. Selanjutnya, dengan memahami nilai-nilai luhur dalam seni tradisi, terutama yang dapat membangun karakter kebangsaan yang tangguh.

"Lalu, menjalankan aktivitas seni tradisi dengan visi dan misi membangun karakter bangsa yang kuat dan tangguh dengan penuh kesadaran, agar generasi muda dan para penikmat seni tergugah akan kecintaannya pada bangsa dan negara tercinta ini," papar Nursilah.

Wanita yang juga Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini melanjutkan, apabila poin-poin di atas dapat diimplementasikan oleh para pegiat seni, maka kita akan memiliki bangsa yang kuat dan tangguh secara budaya, hingga memiliki kecintaan yang mengakar terhadap negara dan bangsanya sendiri.

"Berbicara mengenai pegiat seni tradisi, Komunitas Reyog Ponorogo merupakan salah satu wadah berkumpulnya para pegiat seni tradisi yaitu Reyog Ponorogo. Para seniman ini cukup militan dalam beraktivitas seni tradisi. Terbukti dari berbagai aktivitas kesenian, Reyog Ponorogo mencoba berperan aktif dalam dialog antar bangsa," katanya.

"Apabila ajakan Panglima TNI menjadi sebuah gerakan, dapat dipastikan komunitas ini dapat mengawal melalui aktivitas berkesenian Reyog Ponorogo. Hal ini dapat dimengerti, karena terdapat minimal dua argumen. Pertama, Reyog Ponorogo sebagai media pertahanan bangsa dapat diandalkan, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai patriotisme dan kekuatan untuk membangun karakter pemuda yang kokoh dan tangguh," imbuhnya

"Kedua, para pengiat seni dalam komunitas ini memiliki jiwa militan dan penuh tanggung jawab moral dalam menjawab ajakan di atas melalui aktivitas seni tradisi oleh karena telah tertempa melalui nilai-nilai luhur yang ada dalam seni pertunjukan Reyog Ponorogo," pungkas Nursilah. (*/rev)

Senin, 24 April 2017 23:49 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   Wadharaba allaahu matsalan qaryatan kaanat aaminatan muthma-innatan ya/tiihaa rizquhaa raghadan min kulli makaanin fakafarat bi-an’umi allaahi fa-adzaaqahaa allaahu libaasa aljuu’i waalkhawfi b...
Minggu, 23 April 2017 21:52 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 25 April 2017 10:35 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Mengenakan baju tidur, dan duduk di pinggir ranjang, Stephanie Davis, seakan memberi pesan khusus kepada mantannya, Jeremy McConnell. Bahwa, kehadiran sang mantan, ditunggu di tempat tidur.Ibu dari Caben Albi ini me...