Senin, 21 September 2020 22:30

Bupati Banyumas Tegaskan Tak akan Tarik Stiker Raskin yang Dinilai Kontroversial

Selasa, 13 Desember 2016 22:49 WIB
Bupati Banyumas Tegaskan Tak akan Tarik Stiker Raskin yang Dinilai Kontroversial
Stiker yang sempat membuat heboh warga Banyumas maupun netizen.

BANYUMAS, BANGSAONLINE.com - Pemkab Banyumas mengakui kesulitan untuk menertibkan pembagian beras untuk warga miskin (raskin) sesuai ketentuan, terutama tepat sasaran dan jumlah.

Karena itu, stiker penanda di setiap rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) tidak akan ditarik meski bahasanya dipermasalahkan beberapa pihak lantaran dinilai mendiskreditkan warga miskin. 

Bupati Achmad Husein menegaskan, stiker tersebut baru akan diganti kalau penyaluran beras subsidi per bulan itu sudah sesuai sasaran dan jumlah. “Bahasa dalam stiker itu dipilih untuk memastikan agar raskin tepat sasaran. Kalau sekarang kan belum tepat sasaran, karena masih ada yang dibagi rata, jadi belum akan ditarik stikernya,” katanya, kemarin (13/12).

Pihaknya berjanji akan berusaha menata terlebih dahulu supaya raskin benar-benar tepat sasaran dan tidak ada lagi warga mampu yang mengambil jatah raskin. Setelah itu, baru stiker akan ditarik.

”Saya targetkan Maret 2017, distribusi raskin sudah beres semua,” kata Bupati.

Wakil Bupati Budhi Setiawan menyatakan, muculnya stiker raskin berawal dari rasa kecewa akan banyaknya bansos yang tidak tepat sasaran, termasuk raskin. Dengan stiker tersebut, diharapkan agar warga yang tidak berhak menerima raskin, mendapatkan sanksi moral dan sosial.

“Penempelan stiker raskin di rumah-rumah yang berhak menerima sebaiknya tidak perlu dipersoalkan lagi, karena tujuannya supaya ada rasa malu bagi warga mampu yang di rumahnya tidak ditempeli stiker tetapi ikut menerima. Ini dilakukan demi keadilan, dan sebaiknya mari sama-sama mengawasi saat pembagiannya,” katanya.

Bagi warga yang tidak bersedia rumahnya ditempeli stiker atau terlanjur ditempeli namun tidak sepakat, dipersilakan dilepas. Namun konskuensinya mereka tidak bakal menerima bantuan raskin lagi. Jatah raskinnya bakal dialihkan ke warga yang lain.

Sedangkan yang masih dibagi rata, Wabup minta kerja sama dari desa dan kelurahan, terutama di tingkat pengurus RT dan RW serta tokoh-tokoh masyarakat.

“Berikan raskin kepada yang berhak, karena kalau itu dibagi rata atau disalurkan tidak tepat sasaran, sama saja kita merampas hak warga yang benar-benar membutuhkan,” tandasnya.

Sebelumnya beberapa kalangan menilai, penempelan stiker tidak efektif karena pada praktiknya masih dibagi rata, saat penyaluran raskin ke-12. (bym1/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...