Sabtu, 21 September 2019 21:20

Bupati Banyumas Tegaskan Tak akan Tarik Stiker Raskin yang Dinilai Kontroversial

Selasa, 13 Desember 2016 22:49 WIB
Bupati Banyumas Tegaskan Tak akan Tarik Stiker Raskin yang Dinilai Kontroversial
Stiker yang sempat membuat heboh warga Banyumas maupun netizen.

BANYUMAS, BANGSAONLINE.com - Pemkab Banyumas mengakui kesulitan untuk menertibkan pembagian beras untuk warga miskin (raskin) sesuai ketentuan, terutama tepat sasaran dan jumlah.

Karena itu, stiker penanda di setiap rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) tidak akan ditarik meski bahasanya dipermasalahkan beberapa pihak lantaran dinilai mendiskreditkan warga miskin. 

Bupati Achmad Husein menegaskan, stiker tersebut baru akan diganti kalau penyaluran beras subsidi per bulan itu sudah sesuai sasaran dan jumlah. “Bahasa dalam stiker itu dipilih untuk memastikan agar raskin tepat sasaran. Kalau sekarang kan belum tepat sasaran, karena masih ada yang dibagi rata, jadi belum akan ditarik stikernya,” katanya, kemarin (13/12).

Pihaknya berjanji akan berusaha menata terlebih dahulu supaya raskin benar-benar tepat sasaran dan tidak ada lagi warga mampu yang mengambil jatah raskin. Setelah itu, baru stiker akan ditarik.

”Saya targetkan Maret 2017, distribusi raskin sudah beres semua,” kata Bupati.

Wakil Bupati Budhi Setiawan menyatakan, muculnya stiker raskin berawal dari rasa kecewa akan banyaknya bansos yang tidak tepat sasaran, termasuk raskin. Dengan stiker tersebut, diharapkan agar warga yang tidak berhak menerima raskin, mendapatkan sanksi moral dan sosial.

“Penempelan stiker raskin di rumah-rumah yang berhak menerima sebaiknya tidak perlu dipersoalkan lagi, karena tujuannya supaya ada rasa malu bagi warga mampu yang di rumahnya tidak ditempeli stiker tetapi ikut menerima. Ini dilakukan demi keadilan, dan sebaiknya mari sama-sama mengawasi saat pembagiannya,” katanya.

Bagi warga yang tidak bersedia rumahnya ditempeli stiker atau terlanjur ditempeli namun tidak sepakat, dipersilakan dilepas. Namun konskuensinya mereka tidak bakal menerima bantuan raskin lagi. Jatah raskinnya bakal dialihkan ke warga yang lain.

Sedangkan yang masih dibagi rata, Wabup minta kerja sama dari desa dan kelurahan, terutama di tingkat pengurus RT dan RW serta tokoh-tokoh masyarakat.

“Berikan raskin kepada yang berhak, karena kalau itu dibagi rata atau disalurkan tidak tepat sasaran, sama saja kita merampas hak warga yang benar-benar membutuhkan,” tandasnya.

Sebelumnya beberapa kalangan menilai, penempelan stiker tidak efektif karena pada praktiknya masih dibagi rata, saat penyaluran raskin ke-12. (bym1/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...