Selasa, 01 Desember 2020 12:42

Tommy Soeharto Disebut Penyandang Dana Makar, Polisi Simpan Sejumlah Nama

Sabtu, 10 Desember 2016 01:36 WIB
Tommy Soeharto Disebut Penyandang Dana Makar, Polisi Simpan Sejumlah Nama
Bagan berisi nama-nama dan foto orang yang diduga menjadi donatur aksi Bela Islam III yang kini beredar di media sosial.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan upaya makar yang digagalkan Polda Metro Jaya disebut-sebut ada yang mendanai. Kini penyidik Polda Metro tengah fokus membidik siapa dalang yang mendanai aksi yang hendak memanfaatkan massa 212 untuk menduduki DPR itu.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan menerangkan, dia memang telah melihat gambar skema pendana makar yang beredar di media sosial. Dari gambar itu diketahui orang yang menjadi sumber dana adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

“Ya jangan dulu lah, kalau belum jelas ya jangan dispkeluasi macam-macam,” ucap Iriawan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (9/12) dikutip dari www.jawapos.com.

Saat disinggung apakah kemungkinan benar Tommy terlibat dalam aksi makar itu, Iriawan berharap tidak ada yang saling menuduh di perkara ini.

"Bukan, belum lah belum. Itu kata siapa? Gak boleh lah nuduh orang. Perlu bukti dong. Jangan nuduh,” dia menegaskan.

Namun menurut Iriawan, tak menutup kemungkinan informasi yang beredar di medsos itu benar, meski begitu harus diperlukan pembuktian terlebih dahulu.

"Bukan, tapi gak boleh nuduh. Nanti kalau sudah ada baru kita buka. Kalau gambar orang bisa buka, semua juga bisa. Jangan percaya media sosial ya. Menyesatkan lah. Kalau orang enggak terlibat lalu dituduh, kan gak enak,” terang mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Seperti diketahui, Polri telah menetapkan sejumlah tokoh sebagai tersangka upaya makar. Antara lain Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein dan Sri Bintang Pamungkas.

Sejak beberapa hari terakhir, gambar berbentuk bagan dugaan penerimaan aliran dana untuk gerakan makar sebelum aki bela islam jilid III di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12), beredar.

Gambar itu berisi juga foto-foto sejumlah tokoh, baik tokoh berlatar belakang politisi, pengusaha, pensiunan militer, ustaz, dan maupun aktivis buruh.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya masih enggan menyebutkan jumlah dana dugaan percobaan makar. Ia mengatakan jumlah dana itu masih terus digali oleh penyidik.

Martinus mengatakan besaran dana yang diduga untuk melakukan makar harus terkonfirmasi. “Misalnya katakanlah ratusan juta, itu masih dikonfirmasi lagi, misalnya puluhan juta dikonfirmasi lagi,” ujar dia di Mabes Polri, Jumat (9/12) dilansir Tempo.co.

Menurut Martinus, penelusuran aliran dana dugaan percobaan makar dilakukan secara menyeluruh. Ia mengatakan aliran dana harus dilihat dari pemberi dana hingga alokasi detail di lapangan. Bahkan hingga siapa saja yang membantu menyediakan fasilitas-fasilitas yang berkaitan dengan rencana makar.

Martinus pun enggan menyebutkan jumlah paling besar dana yang diduga diberikan untuk makar. Ia menyebut itu masuk dalam substansi penyidikan dan merupakan strategi penyidik dalam mengungkap aliran dana percobaan makar. “Apabila disampaikan semua nanti akan menjadi sebuah bahan untuk mencounter informasi-informasi tersebut,” kata dia.

Di sisi lain, Pakar hukum Tata Negara sekaligus kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra menegaskan, pihaknya akan mengajukan uji materil pasal tentang makar ke Mahkamah Konstitusi.

Pasal yang dimaksudkan Yusril Izha Mahendra adalah pasal 107 KUHP juncto pasal 110 KUHP, juncto pasal 87 KUHP tentang permufakatan jahat dan makar.

"Uji materil terutama pasal-pasal tentang makar. Itu kan dirumuskan segitu sulit. Jadi supaya ke depannya tak multi tafsir perlu ditafsirkan lebih dalam oleh Mahkamah Konstitusi," kata Yusril dilansir Kompas.com.

Menurutnya, yang akan menjadi pokok pertanyaan nantinya dalam uji materi adalah terkait pengertian makar.

"Ya itu pengertian-pengertian soal makar, pengertiannya katanya menggulingkan pemerintah, nah menggulingkan pemerintahan bisa jadi luas, siapa yang mau menggulingkan siapa, nanti mau gulingkan lurah bisa juga disebut makar," ujar Yusril.

Meski demikian, Yusril belum memastikan waktu kapan akan melakukan uji materi tentang pasal makar ke Mahkamah Konstitusi.

"Belum, tapi sudah ada pembicaraan seperti itu. Ya nanti tergantung mereka (para tokoh yang dituduh makar, red), kalau saya sih mau aja menguji itu di MK," jelasnya. (jawapos.com/tempo.co/kompas.com)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...