KEDIRI (bangsaonline) - Dalam rangka peringatan harlah muslimat NU ke 68 di convention hall SLG Kabupaten Kediri, selain dihadiri ketua umum PP muslimat NU Khofifah indar Parawansa juga dihadiri jajaran jenderal dan juga mantan menteri era presiden Gus Dur pendukung Jokowi-JK.
Beberapa tim sukses kalangan jenderal yang hadir antara lain jenderal Luhut Panjaitan, profesor Alwi Shihab, Hamid Awaludin, Mayjen Zainal Abidin dan juga Letjen Sumardi.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
Menurut Khofifah, kedatangan para mantan jenderal ini untuk menepis isu jika Jokowi jadi presiden negara tidak aman. "Itu tidak benar, makanya Pak luhut hadir disini untuk meluruskan isu-isu yang memojokkan pak Jokowi. TNI tidak pernah mengorbankan negaranya sendiri," tegas khofifah.
Sementara itu, Prof. Alwi Shihab dalam sambutannya mengingatkan kepada ribuan muslimat NU tanggal 9 Juli mendatang tidak salah memilih presiden. Karena nasib bangsa akan ditentukan saat itu. "Paling penting, pilih presiden dari nahdhiyin, dan itu calon presiden nomor 2. Jika salah pilih dan pilih yang lain, saya khawatir ibu-ibu tidak lagi bisa shalawatan, tahlilan, istighosahan, mauludan. Karena kelompok sana menganggap itu semua bid'ah," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




