Senin, 18 Maret 2019 23:55

Terus Diincar Penguasa, Dahlan: Saya Ini Siapa, Kok Berharap kepada Negara

Kamis, 03 November 2016 23:29 WIB
Terus Diincar Penguasa, Dahlan: Saya Ini Siapa, Kok Berharap kepada Negara
Dahlan Iskan usai diperiksa Kejati Jatim, Kamis (3/11). foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pernyataan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyebut sejak lama terus diincar penguasa mulai menemui titik terang. Bagaimana tidak, usai ditetapkan sebagai tahanan kota dalam kasus dugaan korupsi PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim, Dahlan Iskan yang dalam kondisi sakit kembali diperiksa terkait kasus mobil listrik di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Pemeriksaan kali ini berlangsung lebih kurang empat jam lebih.

Ketua Tim Penyidik Kejagung untuk kasus mobil listrik, Victor Antonius, mengatakan ada 38 pertanyaan yang diajukan pihaknya.

"Dia (Dahlan Iskan) diperiksa sebagai saksi dalam proyek mobil listrik yang dikerjakan saat menjadi Menteri BUMN," terang Victor Antonius, Kamis (3/11).

Sementara, Dahlan Iskan enggan bicara panjang lebar soal pemeriksaannya hari ini. "Tanya sama kejaksaan saja," ucapnya.

Saat disinggung, apakah nanti akan mencari perlindungan kepada pemerintah. Mantan Direktur Utama PLN ini menjawab dengan santai dan sambil tersenyum pada wartawan. "Saya ini siapa, kok berharap kepada negara," pungkasnya.

Sekadar diketahui, kasus mobil listrik membawa nama Dahlan sejak tahun lalu. Proyek mobil listrik dikerjakan, saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ada 16 unit mobil listrik disiapkan untuk dipamerkan di Konferensi APEC di Bali tahun 2013 lalu.

Dananya, dari beberapa perusahaan BUMN (dana PKBL). Ternyata proyek tersebut gagal, menyebabkan negara mengalami kerugian sekitar Rp 32 miliar. Kejaksaan Agung kemudian menangani kasus ini, dan sudah menahan dua orang yakni pembuat mobil listrik, Dasep Ahmadi, dan Kepala Bidang Kemitraan Bina Lingkungan BUMN, Agus Suherman. Dari dua pesakitan itu penyidik mengembangkannya ke Dahlan.

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kemarin belum mengembangkan kasus suap terkait penanganan perkara korupsi dana bantuan sosial dan hibah Sumatera Utara (Sumut) 2012-2013 yang ditangani Kejaksaan Agung. Kasus tersebut diduga membeli Kajati Jatim Maruli Hutagalung yang kini sedang menangani kasus Dahlan Iskan.

Namun, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menegaskan KPK tetap mengembangkan kasus dugaan suap terkait penanganan perkara korupsi dana bantuan sosial dan hibah Sumatera Utara (Sumut) 2012-2013 yang ditangani Kejaksaan Agung. Termasuk mengusut dugaan aliran dana dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho kepada mantan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Maruli Hutagalung yang kini menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim).

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menegaskan, tidak ada istilah bagi pihaknya untuk menyelamatkan pihak-pihak tertentu yang diduga terlibat tindak pidana. Termasuk terhadap Maruli.

"Tidak ada istilah itu (selamatkan Maruli). KPK masa begitu. Ya tidak," tegas Basaria.

Kasus ini telah membuat sejumlah nama seperti Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti; pengacara kondang, OC Kaligis; dan politikus Partai Nasdem, Patrice Rio Capella meringkuk di lembaga pemasyarakatan untuk menjalani masa hukuman. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Patrice Rio Capella pada 16 November 2015, Evy yang dihadirkan sebagai saksi mengakui pernah mendengar dari pengacaranya, O.C. Kaligis, bahwa ada uang yang sudah diserahkan pada Maruli. Uang itu diduga untuk "mengamankan" kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial dan hibah Sumatera Utara 2012-2013 yang ditangani Kejaksaan.

Meski demikian, Basaria masih enggan membeberkan perkembangan pengusutan dugaan suap kepada Maruli tersebut. Yang jelas, KPK masih melakukan pendalaman pada kasus ini. "Itu tanya penyidik saja ya," katanya. (merdeka.com)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Maret 2019 10:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*HARI ini, 13 Maret 2019 ada agenda batas waktu Fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Jawa Timur untuk memberikan pendapatnya kepada Pimpinan Dewan berkenaan dengan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pro...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...