Rabu, 23 Oktober 2019 08:06

Batik Karah Surabaya Mahal karena Setiap Kain Beda Motif Cerita

Selasa, 18 Oktober 2016 10:48 WIB
Editor: choirul
Wartawan: luckman hakim
Batik Karah Surabaya Mahal karena Setiap Kain Beda Motif Cerita
Satu pekerja, saat membatik dengan canting elektrik dan meja berlampu. foto: luckman hakim/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Batik Karah Surabaya, berbeda dengan batik-batik lainnya, terutama dari motifnya. Karena setiap motif pada batik karah mempunyai filosofi tersendiri, dan bercerita. Demikian yang di sampaikan Arif (35) pegawai di Batik “Bayusumilir” di Jl Ketintang Madya III, Jumat (14/10/2016) siang.

“Batik karah ini motifnya mempunyai filosofi dan ceritanya masing-masing, itu yang membedakan dengan batik-batik lainnya. Misalnya, batik cerita lebaran, batik dunia laut dan lainnya,” kata dia.

“Dari sebelum diresmikannya Sentra Batik karah oleh Disperindag, sudah ada komunitas batik karah yang anggotanya dari pelukis dan orang design. Setelah itu ada pelatihan-pelatihan dari Disperindag sekitar 2 – 3 tahun yang lalu, sehingga menjelma menjadi kampung batik,” tambahnya.

Batik karah ini panjangnya 2 meter dan dijual dengan harga kisaran Rp 1 juta, tergantung dari motif, semakin bagus dan sulit motif batiknya semakin mahal harga kainnya.

Untuk warna, batik karah tidak mempunyai ciri khusus. Pemasaran batik karah melalui pameran dan gallery-gallery yang ada di Bandara Juanda, Cito dan di Merr.

Pembuatan batik karah menggunakan batik tulis, karena kalau menggunakan cap motifnya hanya itu-itu saja dan orang mudah merasa bosan. Kalau menggunakan batik tulis setiap batik karah mempunyai motif yang berbeda-beda.

“Limbah dari pembuatan batik karah di kumpulkan jadi satu dan di netralkan, setelah di netralkan di jadikan tawas,” tutupnya.

Bahkan, inovasi dalam membatik pun ditemukan mereka. Pertama, pembatik menggunakan penerangan lampu di bawah media, sehingga bisa terang saat membatik tapi tidak silau, dan mereka menemukan canting elektrik, sehingga tidak perlu berkali-kali mengambil lilin yang diencerkan. (luckman hakim/UTM)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 22 Oktober 2019 23:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hutan Kota Balas Klumprik menyediakan area Bumi Perkemahan. Hutan Kota yang dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya ini terletak di belakang Kantor Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung. Dari sekitar 4,3 hektare luas hutan kot...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Senin, 21 Oktober 2019 12:15 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...