Rabu, 27 Mei 2020 00:05

Batik Karah Surabaya Mahal karena Setiap Kain Beda Motif Cerita

Selasa, 18 Oktober 2016 10:48 WIB
Editor: choirul
Wartawan: luckman hakim
Batik Karah Surabaya Mahal karena Setiap Kain Beda Motif Cerita
Satu pekerja, saat membatik dengan canting elektrik dan meja berlampu. foto: luckman hakim/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Batik Karah Surabaya, berbeda dengan batik-batik lainnya, terutama dari motifnya. Karena setiap motif pada batik karah mempunyai filosofi tersendiri, dan bercerita. Demikian yang di sampaikan Arif (35) pegawai di Batik “Bayusumilir” di Jl Ketintang Madya III, Jumat (14/10/2016) siang.

“Batik karah ini motifnya mempunyai filosofi dan ceritanya masing-masing, itu yang membedakan dengan batik-batik lainnya. Misalnya, batik cerita lebaran, batik dunia laut dan lainnya,” kata dia.

“Dari sebelum diresmikannya Sentra Batik karah oleh Disperindag, sudah ada komunitas batik karah yang anggotanya dari pelukis dan orang design. Setelah itu ada pelatihan-pelatihan dari Disperindag sekitar 2 – 3 tahun yang lalu, sehingga menjelma menjadi kampung batik,” tambahnya.

Batik karah ini panjangnya 2 meter dan dijual dengan harga kisaran Rp 1 juta, tergantung dari motif, semakin bagus dan sulit motif batiknya semakin mahal harga kainnya.

Untuk warna, batik karah tidak mempunyai ciri khusus. Pemasaran batik karah melalui pameran dan gallery-gallery yang ada di Bandara Juanda, Cito dan di Merr.

Pembuatan batik karah menggunakan batik tulis, karena kalau menggunakan cap motifnya hanya itu-itu saja dan orang mudah merasa bosan. Kalau menggunakan batik tulis setiap batik karah mempunyai motif yang berbeda-beda.

“Limbah dari pembuatan batik karah di kumpulkan jadi satu dan di netralkan, setelah di netralkan di jadikan tawas,” tutupnya.

Bahkan, inovasi dalam membatik pun ditemukan mereka. Pertama, pembatik menggunakan penerangan lampu di bawah media, sehingga bisa terang saat membatik tapi tidak silau, dan mereka menemukan canting elektrik, sehingga tidak perlu berkali-kali mengambil lilin yang diencerkan. (luckman hakim/UTM)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:22 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...