Selasa, 23 Juli 2019 23:28

Kecam dan Kutuk Penganiayaan Wartawan di Madiun oleh Oknum TNI AD, PWI Sidoarjo Siap Turun Jalan

Senin, 03 Oktober 2016 00:34 WIB
Kecam dan Kutuk Penganiayaan Wartawan di Madiun oleh Oknum TNI AD, PWI Sidoarjo Siap Turun Jalan
Soni Misdananto mendapat perawatan

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Puluhan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo bakal turun jalan untuk menentang dan mengkutuk tindakan kekerasan oknum TNI AD terhadap salah satu kontributor NET TV, Madiun, saat peliputan.

Ketua PWI Sidoarjo, Abdul Rouf mengaku kecewa dan mengutuk aksi premanisme oknum TNI AD di Madiun terhadap salah satu wartawan saat menjalankan tugas peliputan.

"Oleh sebab itu, kami PWI Sidoarjo akan turun jalan sebagai bentuk solidaritas atas tindakan semena-mena oknum TNI terhadap jurnalis saat menjalankan tugas," ujarnya, Minggu (2/10).

Rouf menegaskan, dalam melakukan peliputan dan kerja jurnalistik, wartawan dilindungi oleh UU Pers nomor 40 Tahun 1999. Sesuai pasal 4 ayat 2 dalam UU tersebut, terhadap pers Nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, kata Rouf, dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 Juta. "Karena itu kami mendesak agar tindakan oknum anggota TNI terhadap rekan kami di Madiun diusut tuntas dan pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku," jelas Abdul Rouf, yang juga wartawan harian SINDO.

Ia juga menyerukan terhadap semua Jurnalis yang bertugas di Sidoarjo untuk ikut turun ke jalan menyatakan sikap tegas untuk mengutuk kekerasan terhadap jurnalis saat peliputan.

"Ini wujud solidaritas dan kepedulian terhadap kejadian yang menimpa wartawan. Kalau bukan sesama wartawan siapa lagi yang peduli dan menolak anarkisme dan premanisme," tegasnya. Aksi turun jalan itu rencananya bakal digelar di kawasan alun-alun Kabupaten Sidoarjo.

Seperti diketahui, salah satu kontributor NET TV, Sony Misdananto telah mendapatkan perlakuan kasar oknum TNI di Madiun.

Peristiwa bermula ketika ia baru saja pulang mengambil gambar bangunan minimarket waralaba yang roboh. Di simpang lima kete'an, rombongan konvoi pesilat menabrak seorang ibu yang sedang berhenti di lampu merah. Atas kejadian itu, oknum anggota TNI AD yang melakukan pengamanan langsung menghentikan pesilat PSHT yang menabrak warga tersebut dan memukulinya.

Melihat kejadian itu, Sony yang kebetulan berada di lokasi langsung mengambil gambar. Tiba-tiba ada anggota TNI lain yang medekatinya dan merangkul dari belakang. Sony pun lalu digiring ke pos pengamanan setempat. Berada di situlah Sony mendapat kekerasan dari oknum TNI AD. Bukan hanya itu, memory kamera berisikan gambar peliputan juga dirusak. (nni/sta/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...