Senin, 19 Agustus 2019 13:35

HMI Banyuwangi Demo, Tuntut Kasus Saut Situmorang Diusut

Jumat, 23 September 2016 17:48 WIB
HMI Banyuwangi Demo, Tuntut Kasus Saut Situmorang Diusut

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Banyuwangi menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Banyuwangi, Jumat pagi (23/9). Dalam aksi damai yang dikawal petugas kepolisiaan ini, para aktivis berbendera hijau hitam itu merasa kecewa saat datang ke gedung DPRD Banyuwangi, belum ada wakil rakyat yang datang.

Akhirnya para aktivis HMI Banyuwangi melanjutkan aksinya dengan long march menuju taman Tirtawangi (patung kuda) Banyuwangi. Dalam orasinya dari atas kendaraan truk, Robert koordinator HMI Banyuwangi mengatakan, idealisme merupakan cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar dapat diperjuangkan sebagai kemaslahatan bersama.

"Sifat idealisme ini tidak lepas dari peran mahasiswa yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap persoalan-persoalan yang menimpa bangsa ini, yang berdampak pada kesejahteraan rakyat. Ini merupakan substansi dari tujuan HMI sebagai pijakan dasar memperjuangkan masyarakat yang adil dan makmur," cetusnya.

Selanjutnya dikemukakan, pada awal mei lalu, PB HMI sudah melaporkan Saut Situmorang ke Mabes Polri. PB HMI juga mengintruksikan ke cabang-cabang HMI se-Indonesia untuk serentak melaporkan ke penegak hukum di daerahnya masing masing sebagai simbol ketidakterimaan.

"Namun sampai hari ini tidak ada kepastian kejelasan dari Mabes Polri dalam menangani kasus Saut Situmorang. Maka dengan ini kader HMI se-Indonesia khususnya HMI cabang Banyuwangi menegaskan kembali agar Mabes Polri menindaklanjuti persoalan Saut Situmorang yang sudah dilaporkan oleh PB HMI," tuturnya Robert.

Selain kasus Saut Situmorang, massa HMI juga akan menuntut oknum yang membakar logo HMI di UIN Makasar. Juga menuntut penegak hukum di Maluku Utara mengusut kasus pemukulan yang dilakukan oknum Kejati Maluku Utara terhadap ketua umum HMI cabang Ternate.

"Ini merupakan solidaritas HMI cabang Banyuwangi. Kita mendesak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk mengusut kasus mega skandal BLBI dan Century yang merugikan trilliunan rupiah. Tuntutan terakhir, menyoal inkonstitusi prosedur administratif yang di lakukan oknum pejabat Negara. Kita mendesak kepada DPRD Banyuwangi untuk membuat kebijakan sanksi tegas terhadap pelaku inkontitusi administratif, agar kejadian itu tidak terulang kembali di Kabupaten Banyuwangi," tegas Robert. (bwi1/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...