Sabtu, 16 November 2019 03:25

Jadi Destinasi Wisata Sejarah, UMKM di Kampung Lawas Maspati Tumbuh

Minggu, 04 September 2016 23:07 WIB
Editor: choirul
Wartawan: luckman hakim
Jadi Destinasi Wisata Sejarah, UMKM di Kampung Lawas Maspati Tumbuh
Kampung Maspati, UMKM tumbuh dikarenakan keseriusan menggarap potensi kawasan. foto-foto: luckman hakim/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kampung Lawas Maspati berkomitmen menjaga geliatnya menjadi kampung destinasi wisata sejarah di Surabaya. Dan ini menumbuhkan UMKM di kampung ini. Demikian dikatakan Ketua RW06 Sabar Suwastono, di kampungnya, Minggu (4/09)

Minggu (4/09/2016), geliat kampung ini begitu terasa. Warga kampungnya berkumpul di beberapa sudut kampung, dengan berbagai kegiatan hiburan. Ini tak lain untuk menyambut wisatawan yang berkunjung.

“Kampung lawas di Surabaya tidak hanya di Maspati, akan tetapi terdapat juga di Peneleh, Kemayoran, Kawatan dan Bubutan. Akan tetapi hanya di Kampung Lawas Maspati saja yang mulai peduli sejarah yang tertanam di kampung ini,” kata Sabar.

Ketua RW 06 Sabar Suwastono (menghadap kamera), siap menyambut wisatawan dengan dendang lagu. foto: luckman hakim

Kampung Lawas Maspati menjadi destinasi sejarah sejalan dengan dorongan dari Ketua RW Sabar Suwastono, yang bertujuan untuk memajukan UKM yang ada di kampung.

Program-program UKM di Kampung Maspati menjadi destinasi wisata. Untuk itu, setiap RT harus mempunyai produk uggulan sendiri-sendiri. Seperti di RT01 membuat olahan cincau, di RT02 membuat olahan dari lidah buaya, RT03 membuat olahan dari jahe, RT04 membuat olahan dari blimbing, RT05 berdagang makanan dan minuman, dan untuk RT06 membuat olahan sirup markisa.

Satu sudut kampung Maspati yang asri.

Geliat kampung Maspati ini bermula digelarnya Festival Kampung Maspati di bulan Mei 2014 lalu. Dan sejak saat itu, UMKM di kawasan ini menggeliat.

“Bahkan, setiap hari minggu, ada kuliner kampung yang diselenggarakan di RT06, dan semua RT harus ada yang berjualan untuk menunjukkan dan melatih diri mereka untuk berwirausaha. Kuliner kampung dimulai dari pukul 08.00 hingga siang hari. Kuliner kampung sudah dimulai sejak 7 bulan lalu. Dan sejak 2 bulan terakhir, kuliner kampung dibuka setiap hari,” kata Sabar.

Makam Mbah Buyut Suruh, sesepuh Kampung Maspati.

Sabar menandaskan, Kampung Maspati selalu menjadi juara Green and Clean di tiap tahunnya, dan seluruh RT di Kampung Lawas Maspati menjadi juara di berbagai macam kategori. (luckman hakim/UTM)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...