Tri Rismaharini. foto: konfrontasi.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang cenderung meremehkan prestasi Wali Kotamadia Surabaya Tri Rismahari berbuntut panjang. Risma – panggilan akrab Tri Rismahari ini – langsung menggelar jumpa pers menjawab ejekan Ahok.
”Kenapa Pak Ahok nyerang-nyerang Surabaya terus. Surabaya salah apa kepada Pak Ahok,” kata Risma dengan wajah ekspresif di Balai Kota Surabaya, Kamis (11/8).
BACA JUGA:
- Politikus PKS Suswono Dianggap Hina Nabi, Yenny Wahid: Rasulullah Bukan Pengangguran
- Cawe-Cawe Jokowi Jilid II, Disebut Jegal Anies dalam Pilgub DKI 2024
- Kehilangan 9 Kursi DPRD DKI Gegara Musuhi Anies, PDIP Bakal Dukung Anies dalam Pilgub DKI?
- Politikus PDI Perjuangan Ungkap Alasan Ahok Layak Maju di Pilgub Sumut 2024
Ia mengaku heran kenapa Ahok menghina Surabaya terus. Padahal, tegas Risma, dirinya sudah berkali-kali menegaskan bahwa dirinya lebih memilih mimpin Surabaya ketimbang maju dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Tapi kenapa Ahok menghina kota Surabaya.
”Pak Ahok kan incumbent. Incumbent itu tak perlu takut kalau kerjanya baik,” katanya. Ia mencontohkan dirinya dalam pemilihan wali kota periode kedua. ”Saya malah diundang warga. Gambar-gambar bukan saya yang buat,” katanya.
Artinya, kalau kinerja kepala daerah itu baik, menurut Risma, maka tak perlu memaksa warga untuk memilih karena warga akan mendukung dengan sendirinya. Risma mengaku sengaja menggelar jumpa pers mendadak karena khawatir warga Surabaya marah. Karena itu ia minta warga Surabaya tak terpancing oleh pernyataan Ahok. ”Kita ini kan bersaudara,” kata Risma. ”Warga Surabaya kan banyak juga di Jakarta,” katanya.
Ia juga meluruskan pernyataan Ahok yang menyebut Surabaya hanya seluas Jakarta Selatan. Menurut Risma, Surabaya itu separuh kota Jakarta. "Saya ini selalu bicara dengan data," katanya. Luas Jakarta 661.5 Km2 sedangkan Surabaya 374,8 Km2.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




