RI Impor Ratusan Ribu Ton Tembakau

RI Impor Ratusan Ribu Ton Tembakau

Program IPS ini, lanjut Elvira, telah dijalankan PT HM Sampoerna sejak tahun 2009 di beberapa sentra penanaman tembakau, termasuk di Jember. Sampai saat ini, sekitar 27 ribu petani telah bergabung dalam sistem IPS untuk menggarap lahan tembakau seluas lebih dari 22 ribu hektar.

“Pembelian daun tembakau juga meningkat secara signifikan, di mana 12 persen pada tahun 2011, menjadi 70 persen pada tahun 2015,” kata Elvira.

Salah seorang asal desa/kecamatan Sukowono, Jember, Sunaryo, mengaku sangat terbantu dengan program IPS tersebut. Dengan bergabung dalam program kemitraan ini, dia mendapatkan sejumlah keuntungan. Terutama adalah dalam permodalan dan pendampingan.

“Kita jadi bisa tahu bagaimanan menanam tembakau dengan cara modern yang lebih efektif dan efisien. Efektif dari sisi waktu dan efisien dari segi modal yang harus dikeluarkan. Hasilnya bisa melebihi dari sebelumnya,” katanya.

Menurut Sunaryo, sebelum bermitra dengan Sampoerna, biasanya dia hanya mampu mengahsilkan tembakau 1 ton dalam setiap hektar. Setelah bermitra, hasil tembakaunya bisa meningkat menjadi 1,5 ton setiap hektar. “Bahkan pernah mencapai dua ton,” Ungkapnya.

Yang lebih membuatnya tenang, adalah adanya jaminan pembelian hasil tembakau, sehingga tidak lagi menjadi korban para tengkulak yang biasanya membeli dengan harga murah.

“Contohnya waktu ada bencana Gunung Raung. Banyak yang pedagang atau perusahaan yang tidak mau membeli tembakau petani karena terkena abu Gunung Raung. Tapi punya saya tetap dibeli Sampoerna karena sebelumnya sudah bermitra,” pungkasnya. (yud/rus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO