Senin, 26 Agustus 2019 10:50

Kampung Organik, Menjadi Tujuan Wisata Alternatif di Kabupaten Bondowoso

Selasa, 27 Mei 2014 18:48 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: yogik mz
Kampung Organik, Menjadi Tujuan Wisata Alternatif di Kabupaten Bondowoso
Ketua Lembaga LaDewi, Baidhawi berbincang-bincang dengan pengunjung Desa Wisata. Foto: yogik mz/BANGSAONLINE

BONDOWOSO (bangsaonline) - Menikmati liburan dengan mengunjungi obyek wisata berpanoramaindah, barangkali sudah jamak dilakukan. Namun, berwisata sambil belajar bercocok tanam dengan pola organik. mungkin bisa dijadikan alternatif mengisi libur.

Desa Lombok Kulon, salah satu desa yang ada di Bondowoso yang mengusung konsep kampung organic yang telah dinobatkan sebagai Desa Wisata. Di desa yang terletak di Kecamatan Wonosari ini, hampir semua produk hortikultura maupun buah-buahan yang ditanam warga desa menggunakan pola organik.

Bukan cuma itu saja. Di desa yang berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Bondowoso, ini juga terdapat sekitar 40 kolam ikan yang membudidaya ikan gurami, nila, dan patin. Semua juga dikelola secara organik.

“Sajian kuliner di desa ini semuanya serba organik. Mulai dari beras, sayuran, buah-buahan hingga ikan air tawar yang kami sajikan merupakan hasil produksi warga desa,” ujar Baidhawi, Ketua Lembaga Desa Wisata (La Dewi) kemaren.

Menurutnya, LaDewi adalah kelompok masyarakat yang mengelola Desa Wisata ini. Yang anggotanya berjumlah sekitar 125 orang terdiri dari para pemuda dan pelajar desa setempat. Merekalah yang memandu para pengunjung menyusuri sudut-sudut desa.

Baidhowi menambahkan, ada 4 kluster sebagai penunjang kegiatan Desa Wisata tersebut. Yakni, kluster sumber daya manusia (SDM), pertanian, perikanan, atraksi, dan kuliner. Masing-masing kluster berperan sesuai dengan minat wisata pengunjung.

“Selain berwisata menikmati suasana pedesaan yang tampak asri dan hijau, pengunjung juga bisa belajar secara langsung pada warga desa. Diantaranya, tentang budidaya ikan koi, pembuatan pupuk, pembuatan pakan ikan, maupun budidaya holtikultura. Semuanya dilakukan secara organic,” tambah pria yang murah senyum ini .

Selain itu, menurut Baidhawi desa wisata ini juga memiliki lahan sawah pecontohan seluas sekitar 25 hektar. Sawah ini dikelola dengan menggunakan pola cocok tanam organik murni. Artinya, selain tanpa menggunakan pupuk kimia, air yang digunakan untuk mengairi sawah ini juga berasal dari sumber air.

Pada hari-hari tertentu, pengunjung bisa langsung turun ke sawah untuk melihat secara langsung pola cocok tanam. Bahkan, jika mau, pengunjung juga bisa turut membajak lahan maupun menanam padi.

“Kami sudah dapat sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) sebagai kawasan dengan sistem produksi organik,” imbuh Baidhawi, saat berbincang dengan Harian Bangsa.

Setelah puas berkeliling di Desa Wisata, pengunjung bisa juga mecoba bermain tubing di sungai desa. Tubing adalah arung sungai dengan menggunakan ban dalam mobil. Kendati memiliki tingkat kesulitan relatif rendah, tapi cukup untuk memompa adrenalin di hari libur.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...