Bercermin Kerukunan dari Dusun Sodhong, Ponorogo saat Waisak

Bercermin Kerukunan dari Dusun Sodhong, Ponorogo saat Waisak Umat Budha saling maaf memaafkan.

Menurut ketua vihara Dharma Dwipa, Suwandi, mengatakan: “Acara penutupan sebulan menghayat ajaran Budha tadi malam di hadiri oleh muspika, tokoh agama dari 3 kepercayaan dan seluruh umat, kami berupaya untuk sungguh-sungguh menjalankan ajaran Budha termasuk menjaga kerukunan dengan sesame dan penganut agama lain,” ujar dia.

Dan sesuai dengan adat setempat, umat Budha juga menggelar anjang sana (silaturahim) kepada seluruh penduduk, baik yang beragama Budha maupun muslim. Layaknya perayaan, mereka juga menyediakan makanan dan kue-kue layaknya lebaran Idul Fitri bagi umat Islam. “Semua saling memaafkan, semoga semua bahagia,” tambah Suwandi, yang merupakan putra bungsu dari Saiman.

Mulyono yang merupakan Kepala Dusun Sodhong menyatakan, keragaman dan kerukunan di Sodhong sudah berlangsung sejak lama. Mereka sepakat akan mempertahankan tradisi itu sampai kapanpun. Dan sebisa mungkin akan mewariskan keluhuran budaya itu pada anak cucu.

“Kami saling membantu dan kerja bakti bersama, saat mau lebaran dan mau , maupun saat hajatan warga. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing,”ujar Mulyono.

Sementara Kepala Desa Gelang Kulon, Surono menyatakan, Sodhong merupakan wilayah yang istimewa. Pengikut Budha yang berjumlah 30 KK atau 125 jiwa, bisa hidup berdampingan dengan saudaranya yang beragama Islam dan Katolik. “Kami akan terus membawa suasana kondusif ini sampai kapanpun,” ujar Kades.

Kami juga akan meningkatkan pembangunan infrastruktur, terutama jalan untuk mempermudah akses menuju dusun Sodhong, tambah Surono. (po2/jar/ns)

Sumber: HARIAN BANGSA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO