Warga yang melakukan pengamanan mengenakan pita untuk mencegah provokator.
PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Setelah mendengar akan ada pengajian MTA, warga Kelurahan Ronowijayan yang menolak pengajian MTA berjaga di sekitar lokasi pengajian, Rabu (11/05). Puluhan warga berjaga dari depan gang masuk lokasi dan di sekitar rumah tempat pengajian MTA.
Secara umum, warga tetap tidak rela jika daerah mereka dipakai untuk pengajian jemaah MTA. Jika jemaah MTA memaksa melakukan pengajian, warga sudah janji tidak akan melakukan tindakan anarkis. Untuk menghindari provokator, warga yang melakukan pengamanan diseragamkan dengan pita warna hijau muda.
BACA JUGA:
- Ratusan Pengayuh di Ponorogo Terima Bantuan Becak Listrik, Plt Bupati: Kata Presiden, Jangan Dijual
- Pendapatan Anjlok, Sopir Bus Mini Ponorogo Protes Trayek Surabay-Badegan, Dishub Fasilitasi Hal ini
- Usai OTT Bupati, KPK Geledah Kantor DPUPKP hingga Rumdin Sekda Ponorogo
- Benarkan OTT, Jubir KPK: Bupati Ponorogo Dibawa ke Jakarta
Sementara menurut Danramil Siman, Kapten Kav. Abdul Kohar yang memantau langsung aksi warga mengatakan, dia berada di pihak yang netral. Meski demikian, dia lebih mengutamakan kerukunan dan kedamaian masyarakat sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara melalui pesan singkatnya, Darno, seorang jamaah memberitahukan bahwa hari tersebut pengajiannya libur. Namun demikian, warga tetap berjaga dan mengantisipasi kedatangan jamaah pengajian dengan bergantian. (po2/jar/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




