Rabu, 15 Juli 2020 16:12

Pengurus NU Agar Bentengi Aqidah Warga Nahdliyin

Minggu, 18 Mei 2014 21:31 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: muhammad syafii
Pengurus NU Agar Bentengi Aqidah Warga Nahdliyin
?Ketua PBNU, Syaifullah Yusuf saat menyampaikan sambutan pada resepsi Harlah NU di Jombang, Sabtu (17/5) malam.foto:muhammad syafii/BANGSAONLINE

Menurut Gus Ipul, tantangan Nahdlatul Ulama pada saat ini adalah membentengi pemahaman dan akidah warga Nahdliyin agar tidak mudah dimasuki faham-faham dari kelompok lain yang bersebarangan. Faham yang berseberangan tersebut bisa mengancam pandangan warga NU, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan bernegara. "Ini penting agar kita selamat dalam beragama," tandasnya.

Pria yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur menjelaskan, usaha membentengi akidah warga NU dari serangan aliran dan faham dari kelompok lain bisa dilakukan dengan berbagai cara. ’’Sekarang ini aliran yang masuk bermacam-macam. Sehingga perlu digalakkan program-program untuk membentengi akidah, baik di keluarga, di masjid maupun di madrasah,’’ paparnya.

Selain membentengi akidah, Nahdlatul Ulama, tambah Gus Ipul, harus mulai menyentuh program-program kesehatan. Program lain yang juga harus digalakkan yakni dalam bidang keilmuan, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Disamping itu, NU juga perlu meningkatkan program pemberdayaan ekonomi.

JOMBANG (bangsaonline) - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Syaifullah Yusuf, mengungkapkan pentingnya pengurus NU dari tingkat Cabang hingga Anak Ranting menggalakkan program-program yang bertujuan membentengi akidah. Hal itu disampaikan saat memberi sambutan dalam acara resepsi Harlah NU ke 91 Hijriyah di Masjid Jami' Jombang, Sabtu (17/5/2014) malam.

Gus Ipul juga menyinggung tentang peran strategis masjid dalam pergerakan Nahdlatul Ulama. Nahdlatul Ulama diharapkan bisa meramaikan masjid, baik untuk kegiatan keagamaan, kelimuan maupun sosial. "Masjid jangan hanya ramai saat (shalat) lima waktu saja. Ramaikan dengan diniyah dan kegiatan positif lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya, PCNU Jombang menggelar acara apel kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di alun-alun Jombang yang diikuti seluruh Badan Otonom (banom). lembaga dan lajnah NU. Kegiatan itu untuk menjelaskan posisi NU terhadap NKRI.

"Hingga usianya yang ke-91 ini, NU tetap setia terhadap tiga hal, yakni agama, negara, serta umat. NU mempunyai tujuan menegakkan syariat islam ala ahlussunah wal jamaah di NKRI. Bagi NU, NKRI merupakan keputusan final atau harga mati," jelas KH. Isrofil Amar, Ketua PCNU Jombang.

Terkait perhelatan Pemilihan Presiden 2014, Isrofil Amar menegaskan peran NU adalah turut menyukseskan hajatan tersebut. "Sebagai bagian dari warga negara, NU kami mempunyai kewajiban untuk mensukseskan program pemerintah, termasuk pilpres yang akan datang," jelasnya.

KH Isrofil Amar menegaskan, dalam perhelatan Pilpres 2014, NU tidak mengarahkan kepada warga NU agar memilih salah satu pasangan Capres-Cawapres. "NU tidak akan terlibat dalam dukung mendukung capres. Pilihan presiden kami serahkan kepada masing-masing warga NU," tandas dia.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...