Para peneliti NASA sudah berada di Maluku Utara untuk melakukan penelitian fenomena gerhana matahari total.
“Penelitian ini ditujukan sebagai kerja sama antar ilmuwan dua negara. NASA menganggap penting peristiwa gerhana matahari total di Indonesia,” katanya.
Tim ini segera menuju Maba, Halmahera Utara, untuk meneliti efek yang ditimbulkan gerhana matahari total tahun ini. Salah satu yang akan diteliti adalah elektron bebas yang dihasilkan korona ketika terjadi gerhana.
Dalam ekpedisi kali ini, NASA akan diwakili oleh empat peneliti. Mereka akan ditemani oleh para peneliti Lapan untuk sama-sama mengamati gerhana matahari total.
Informasi kedatangan peneliti NASA ke Tidore untuk menyaksikan gerhana matahari total disampaikan langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tidore Kepulauan, Asrul Sani Soleman.
Menurut Asrul Sani para peneliti NASA akan menggunakan teropong khusus mengamati gerhana matahari total yang dibawa dari kantor mereka di Amerika Serikat.
Mereka memilih Tidore karena daerah ini akan terjadi gerhana matahari total secara sempurna dan lebih lama apabila dibandingkan dengan wilayah lain di Maluku Utara.
Asrul Sani menambahkan masih ada ratusan wisatawan dari berbagai negara yang telah menyatakan kepada Pemkot Tidore Kepulauan untuk menyaksikan gerhana matahari total di sejumlah lokasi di daerah ini, seperti di Pulau Maitara, salah satu pulau wisata di Tidore Kepulauan.
“Khusus wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar, sejauh ini sudah ada empat kapal yang menyampaikannya ke Pemkot Tidore Kepulauan, di antaranya dari Prancis, Amerika Serikat, dan Swiss,” kata Asrul.
Pemkot Tidore Kepulauan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan mereka, seperti dari segi penyiapan akomodasi dan pembenahan berbagai infrastruktur, khususnya pada sejumlah objek wisata menjelang gerhana matahari total, 9 Maret 2016. (slp/rol/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




