Kamis, 20 Februari 2020 12:25

Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Pamekasan Terhalang Mendung

Kamis, 26 Desember 2019 17:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Pamekasan Terhalang Mendung
Sejumlah warga ikut mengamati Gerhana Matahari Cincin di area Taman Monumen Arek Lancor melalui teleskop yang disiapkan Mahasiswa IAIN Madura.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Fenomena Gerhana Matahari Cincin yang melewati pulau Kalimantan dan Sumatra pada Kamis (26/12) hari ini, juga menarik minat masyarakat Kabupaten Pamekasan untuk memantau walaupun harus melalui teleskop.

Pantauan BANGSAONLINE.com, sejak pukul 10.30 WIB, tim dari Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Madura sudah bersiap-siap melakukan pengamatan Gerhana Matahari Cincin di area Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan.

Bahkan, puluhan mahasiswa IAIN Madura dan masyarakat Pamekasan yang ingin mengetahui gerhana cincin tersebut turut hadir untuk menyaksikan melalui teleskop yang sudah dipersiapkan.

Rizky salah satunya. Ia turut melihat fenomena gerhana matahari cincin ini dengan teleskop yang sudah disiapkan menghadap Timur Laut. "Fenomena seperti ini kan jarang terjadi, makanya saya ingin melihat dengan bantuan teleskop, biar tambah jelas," ujar Rizky yang datang jauh-jauh dari Pakong.

Menurut Ketua Laboratorium Fakultas Syariah IAIN Madura, Hosen (41), terjadinya gerhana matahari ini sudah diprediksi pihaknya sesuai hisab yang dilakukan satu tahun lalu. Hosen menjelaskan, gerhana matahari kali ini ada dua bagian, yang pertama ada gerhana matahari cincin, yang kedua ada gerhana matahari sebagian.

"Penyebab ada dua fenomena gerhana matahari itu disebabkan letak daerah atau posisi bentang wilayah di Indonesia berbeda-beda. Yang kelihatan gerhana matahari cincin itu adalah daerah-daerah yang dekat dengan khatulistiwa, yang sekarang lagi diamati itu di daerah Sulawesi, Singkawang, Pontianak, dan Medan," kata Hosen saat ditemui di area Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan. Kamis (26/12) siang.

"Untuk daerah yang lainnya itu hanya bisa melihat gerhana matahari sebagian, termasuk di Pamekasan, Madura," ungkapnya.

Berdasarkan hitungan awal gerhana, lanjut Hosen, kontak antara piringan matahari dan piringan bulan untuk wilayah Pamekasan terjadi pukul 11.05 WIB. Namun sayang, saat mulai terjadi gerhana, tiba-tiba mendung tebal menutupi.

"Jadi kami tidak bisa melihat dengan jelas tadi saat pertemuan piringan itu," pungkasnya. (yen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...