Rabu, 23 Juni 2021 16:42

Gus Najih tetap Menolak Islam Nusantara

Selasa, 16 Februari 2016 22:40 WIB
Gus Najih tetap Menolak Islam Nusantara
KH Muhammad Najih Maimoen (Gus Najih). foto: mosleminfo

MALANG, BANGSAONLINE.com - Seminar nasional yang digelar PWNU Jatim dan PCNU Kota Malang yang merumuskan Islam Nusantara Rahmatan lil 'Alamin (RLA) mendapat reaksi dari KH Muhammad Najih Maimoen (Gus Najih), pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Rembang Jawa Tengah sekaligus putra KH Maimoen Zubair sesepuh PPP. Gus Najih yang diundang PWNU Jatim untuk menjadi pemakalah, dari awal hingga pasca seminar menolak dengan tegas rumusan Islam Nusantara dari PBNU pimpinan KH Sa'id Aqil Siraj.

Menurut dia, rumusan itu mengarah pada penyesatan opini publik. Apalagi Islam Nusantara tersebut dicetuskan dan didakwahkan oleh tokoh-tokoh yang sudah dikenal berpaham liberal bahkan Syi’ah. Gus Najih khawatir gerakan Islam Nusantara itu menjadi gerbong besar liberalisasi dan syiahisasi bagi umat Islam Idonesia.

Seminar nasional Islam Nusantara di Universitas Negeri Malang (UM) itu berlangsung Sabtu (13/02) lalu. Namun kemarin muncul kembali reaksi keras dari Gus Najih karena Dul Hamid atau Gus Hamid menulis di muslimmoderat.com dan online NU.or.id bahwa Gus Najih mendukung Islam Nusantara dalam seminar yang digelar di Malang Jawa Timur itu.

Gus Najih terkejut melihat berita itu karena merasa pendapatnya telah dipelintir. Gus Najih sendiri diundang panitia karena selama ini dianggap sebagai tokoh NU yang menolak Islam Nusantara.

BACA JUGA : 

Ucapkan Selamat Harlah NU, Wali Kota Kediri Harapkan NU Tetap Jadi Pedoman dan Dampingi Masyarakat

​NU Lahir atas Istikharah Kiai, Gubernur Khofifah: Santri Pemimpin Masa Depan

Heboh Foto Plang NU Ranting Petamburan, Ini Penjelasan Ketua PCNU Jakarta Pusat

​Sambut Harlah NU ke-95, Khotib Marzuki Ajak Nahdliyin Bijak Hadapi Persoalan Bangsa

Terpisah, Dr. KH Isroqun Najah selaku Ketua PCNU Kota Malang menegaskan bahwa Islam Nusantara Rahmatan lil 'Alamin merupakan pengejawantahan ajaran para Wali Songo jaman dahulu, yang direkonstruksi ulang pada jaman sekarang dalam keberagaman keagamaan yang ada di nusantara.

”Di sisi lain, budaya lokal senantiasa dijadikan sarana media dakwah untuk pengembangan Islam di Nusantara, dengan catatan tidak memaksakan kehendak akan niatan dan tujuannya," ucap putra KH Masduqi Machfud, Pengasuh PP Nurul Huda Mergosono Malang itu. (iwa/thu)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Rabu, 23 Juni 2021 06:20 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perang Diponegero melawan penjajah Belanda menimbulkan korban luar biasa. Ribuan penjajah Belanda tewas. Begitu juga para pejuang Indonesia. Bahkan Belanda sempat kewalahan.Perang Diponegoro pecah karena penjajah Beland...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...