Oknum Guru di Situbondo tak Mau Hormat ke Bendera Merah Putih, Diundang ke Polres

Oknum Guru di Situbondo tak Mau Hormat ke Bendera Merah Putih, Diundang ke Polres BIAR KAPOK: SS (berdiri) saat 'diadili' di hadapan sejumlah pihak di Mapolres Situbondo. foto: hadi prayitno/ BANGSAONLINE

"Pada saat menjadi inspektur saya memberi hormat, tapi saat di belakang siswa dan bendera naik saya masuk kelas," ujar SS kepada sejumlah wartawan usai diklarifikasi di ruang Kapolres Situbondo, kemarin (25/1)

SS mengaku dirinya memang baru belajar tentang ilmu agama melalui media televisi, karena itu yang paling mudah didapatkan. "Saya ingin mendalami agama demi kepentingan akhirat," jelasnya.

Kapolres Situbondo, AKBP Puji Hendro Wibowo mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan MUI dan eleman tokoh masyarakat terkait situasi ini. Kapolres berharap, dengan audensi ini pemahaman yang tidak sesuai tidak terulang kembali dan keyakinannya tidak dipaksakan kepada muridnya.

"Apalagi ini seorang guru yang otomatis diguguh dan ditiru. Ya kita mengantisipsinya dan hari ini kita clearkan dan diselesaikan. Sehingga nanti tidak muncul permasalahan yang sama," tegasnya.

Untuk mempetegas permuan tersebut, oknum guru diminta untuk menulis surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris MUI Situbondo, H Hamid Jauharul Fardli berharap hal seperti ini tidak terulang kembali. Dikatakan Hamid, SS telah mengaku khilaf atas kesalahannya serta menyampaikan surat permohonan maaf tertulis dan bermaterai dengan diketahui semua pihak, Kapolres, Dandim, MUI dan tokoh agama.

"Kita invetarisir itu semua, kita sudah mendelekrasikan Situbondo aman dan tidak ada lagi hal-hal yang dapat menganggu ke depannya," ujar Hamid. (had/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pasangan Edi Hadiyanto Daftar Bacakada Situbondo ke PPP':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO