Sabtu, 16 November 2019 06:46

Mutasi Eselon II, Wali Kota Mojokerto Minta Pejabat Tancap Gas

Jumat, 08 Januari 2016 19:51 WIB
Mutasi Eselon II, Wali Kota Mojokerto Minta Pejabat Tancap Gas
PELANTIKAN: Wali Kota Mas’ud Yunus saat melantik pejabat eselon II dan III dalam mutasi lingkup Pemkot Mojokerto, kemarin. foto: yudi eko purnomo/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 15 pejabat eselon II di lingkup Pemkot Mojokerto digeser, Jumat (8/1). Sebagaimana diduga, tiga dari 5 Staf Ahli yang dikenal sebagai pejabat "kotakan" turut dijebol dari kursinya. Mutasi ini, juga bentuk ketegasan Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus terhadap loyonya kabinetnya dalam penyerapan anggaran tahun lalu.

"Tahun 2016 ini tidak ada alasan bagi seluruh SKPD untuk bersantai -santai penuhi target. Jika dalam tiga bulan tak mampu penuhi target penyerapan anggaran hingga 20 persen, mending mengundurkan diri saja," tegas Wali Kota Mas'ud Yunus usai pelantikan dan sumpah jabatan pejabat eselon II dan III di gedung Graha Praja Wijaya.

Wali Kota menegaskan, pemerintah pusat sudah menetukan skema terkait serapan anggaran. Yakni, triwulan pertama sebanyak 15 sampai 20 persen, triwulan kedua 35 persen, triwulan ketiga sebanyak 30 persen dan triwulan keempat tinggal 15 persen. "Makanya harus tancap gas, tidak boleh ada anggaran njendol mburi," pintanya.

Menurut Mas’ud, ia akan terus mengawal pelaksanaan anggaran dan kegiatan seluruh SKPD. Dia berjanji bakal melakukan evaluasi terus menerus. "Tiap tanggal 10 kita akan meminta laporan serapan anggaran dan kegiatan dari seluruh satker. Di situ akan kita evaluasi, apa mereka sudah kerja sesuai target apa tidak. Jika tidak mampu mending mundur saja," tuntutnya.

Ia juga menambahkan, jika mutasi kali ini melalui proses sesuai dengan undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Wali Kota juga menegaskan jika penempatan ini sesuai dengan hasil tes assesement.

"Pertama orang tersebut dilihat kelebihannya dan kedua dilihat kelemahannya. Lalu ada analisa dan rekomendasi. Nah kita tinggal menyesuaikan dengan rekomendasi tersebut," jlentrehnya.

Sementara itu, dalam mutasi pertama di tahun 2016 kemarin, sebanyak 15 pejabat esselon II dan 2 Pejabat esselon III ikut dalam gerbongnya. Yang menarik dalam mutasi kali ini, tiga pejabat eselon II terbebas dari 'belenggu' staf ahli. Diantaranya, Novi Rahardjo kini menjabat sebagai Kepala Disporabudpar, Anang Fahrurroji menjabat kepala Bakesbangpol dan Happy Dwi Prastiawan menjabat Kepala Dinas Pertanian. (yep/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...