Kamis, 21 Januari 2021 13:05

Mangkir dari Tugas, Penyebab PNS Disdik Sumenep Banyak Dijatuhi Sanksi

Jumat, 08 Januari 2016 18:06 WIB
Mangkir dari Tugas, Penyebab PNS Disdik Sumenep Banyak Dijatuhi Sanksi
Sekretaris Disdik Kabupaten Sumemenp, Moh. Kadarisman. foto: rahmatullah/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Yang menjadi penyebab Pagawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep banyak dikenakan sanksi adalah karena para PNS tersebut melalaikan tanggung jawab sebagai abdi negara. Kewajiban yang mesti dilakukan justru ditinggalkan, sehingga berakibatkan pada dijatuhkanny sanksi tersebut.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Disdik Kabupaten Sumemenp, Moh. Kadarisman. Ia mengakui sekitar 6 ribu lebih PNS yang satu garis koordinasi dengan dinasnya mendapatkan sanksi akibat kelalaian menjalankan tugas. Dan sanksi itu diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan yang diperbuat sebagaimana diatur dalam perundang-undangan yang ada.

“Ya, memang ada PNS yang diberikan pembinaan dan berujung pada pemberian sanksi,” papar Kadarisman, Jum’at (8/1).

Guna menekan munculnya PNS nakal untuk tahun 2016 ini, Kadarisman memaparkan bahwa Disdik akan memaksimalkan pembinaan, pengendalian dan bimbingan untuk semua PNS. Tentu hal itu akan disesuaikan hirarki jabatan yang ada.

Misalnya, jika guru di kecamatan yang nakal, maka yang akan memberikan pembinaan adalah kepala sekolah. Jika kepala sekolah yang nakal, pengawaslah yang memberikan pembinaan. Sementara jika pengawas yang mangkir dari tugas, maka kepala UPT yang membina. Begitu seterusnya hingga tingkat pimpinan di Disdik sendiri.

“Pemaksimalan pembinaan itu bukan berarti diartikan untuk tahun sebelumnya pembinaan kurang maksimal. Tapi kami akan tingkatkan pemaksimalan pembinaan itu, sehingga munculnya PNS lalai bisa kami tekan,” ungkap Kadarisman.

Kadarisman juga membenarkan ada PNS yang dijatuhi sanksi berat berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. Dari yang diberhentikan itu, sebagian ada yang mendapat hak pensiun, tapi juga ada yang tidak mendapatkan hak pensiun, sebab usinya masih belum genap 50 tahun dan masa kerjanya kurang dari 20 tahun.

“Sekali lagi, sanksi itu diberikan sesuai dengan kesalahan yang dilakukan,” pungkas Kadarisman.

Diberitakan sebelumnya, selama 2015 sebanyak 48 PNS di Kabupaten Sumenep dijatuhi sanksi. Rinciannya, 4 PNS dijatuhi sanksi ringan, 19 PNS dijatuhi sanksi sedang, dan 16 PNS dijatuhi sanksi berat. Dari 48 PNS yang dijatuhi sanksi itu, kebanyakan dari Disdik dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...