Adapun mengenai kinerja kementerian secara umum, Presiden Jokowi tidak menjawab secara rinci ketika ditanya wartawan. Jokowi menuturkan kepuasan terhadap kinerja menteri menjadi kewenangannya sebagai presiden.
Sambil tertawa dan memegang sehelai kertas, Jokowi memberikan jawaban yang mengambang. "Puas atau tidak puas, terserah saya," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Amanat Nasional Azis Subekti sempat memberikan pernyataan bahwa partainya diberikan dua kursi menteri oleh Istana. Pernyataan ini kemudian diralatnya dan dibantah sejumlah petinggi PAN. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan, partainya tidak pernah mencampuri urusan perombakan kabinet.
Politikus gaek Partai Amanat Nasional Amien Rais juga sempat bicara soal kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Amien yang juga Ketua Majelis Amanat PAN itu menyatakan kalau Presiden Jokowi tak memiliki kemimpinan yang kuat dalam membawa negara ini, maupun mengurusi kabinetnya.
Amien mencontohkan, banyak menteri dalam kabinet Jokowi, kerap melampaui kewenangan yang bukan bidang kerjanya. "Masa ada seorang menteri terlalu kuat, sehingga dia, saya lupa namanya, ya (mengurus) pertahanan keamanan, ya ekonomi, ya politik. Apa-apaan ini? Ini tanda bahwa Pak Jokowi tidak punya strong leadership," kata Amien.
Menurut Amien, ia memiliki resep yang mujarab agar pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla dapat lebih baik dalam sisa waktu empat tahun ini. "Saya punya resep yang ces pleng. Jokowi-JK harus mengundang semua elemen yang penting dari bangsa ini dan duduk bersama," katanya. (mer/tic/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




