Kemudian, Zainul yang sudah kenal dengan korban selang dua minggu mengajak ketemuan dengan korban dengan meminjam mobil rentalan Mobil Avanza. Saat bertemu Fenny (korban,red) Zainul mengajak RMD warga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Zainul menjemput korban di Nganjuk dan mengaku sebagai sopirnya Riko.
"Fenny kaget kalau yang menjemput bukan Riko. Tapi saya kelabui kalau saya ini sopirnya Riko," terangnya.
Di tengah perjalanan, Zainul meminta agar korban menunjukkan nomer pin rekening ATM untuk mengambil uang dengan alasan untuk membeli bahan bakar. Uang tersebut menurut Zainul akan diganti oleh Riko. Korban yang percaya akhirnya menuruti Zainul.
Usai mampir di ATM, Fenny diajak mengelilingi Kediri. Di tengah perjalanan, Fenny mengeluh kepalanya pusing. Di situlah Zainul langsung berhenti dan mencekik Fenny menggunakan kawat kabel. Setelah itu, Fenny dipukul oleh Zainul tepat di kepala Fenny menggunakan helm warna merah. Dan setelah itu, RMD juga memukul korban hingga akhirnya korban tewas.
"Memang sudah saya rencanakan. Saya bawa helm dan kawat kabel. Saya sengaja menguasai harta benda milik Fenny. Setelah saya bunuh saya sembunyi di rumah pacar saya," jelas pelaku.
Sebagaimana diketahui, Fenny ditemukan tewas di pinggir sawah area kebun tebu di Desa Titik, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Minggu (6/9/2015) lalu. Selang dua minggu, anggota Buser Satreskrim Polres Kediri Kota berhasil meringkus kedua pelaku tersebut. (den/rif/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




