Salah satu ruangan MTsN 1 Kota Kediri yang terbakar. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
Meski demikian, pihaknya masih berupaya memastikan kondisi sejumlah dokumen penting madrasah, terutama buku induk siswa yang memiliki nilai historis dan administrasi penting.
"Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari Kepala Madrasah, buku induk nya itu diamankan di etalase yang terbuat dari kaca dan aluminium. Kami berharap buku induk itu masih aman," kata Zamroni.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin meminta para siswa dan wali murid untuk tetap tenang menyikapi peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah saat ini situasi sudah terkendali. Insyaallah proses belajar mengajar tidak terganggu, dengan kejadian ini. Yakinlah bahwa kami, Pemerintah dan (Kantor) Kementerian Agama akan meksimal, agar proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung dengan baik," kata Gus Qowim.
Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Anwar Fauzi, menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak akan terganggu karena ruang yang terbakar bukan fasilitas utama kegiatan belajar mengajar.
"Untuk ruang kelas tidak ada yang terbakar. Dugaan sementara, penyebab kebakaran ini adalah konsleting listrik. Untuk memastikan penyebab pastinya, saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ucap Anwar Fauzi. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




